Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidatonya pada hari Kamis (19/12), selain berbicara mengenai Palestina, Lebanon, Iran serta konfrontasi Yaman dengan Rezim Zionis Israel, juga berkomentar mengenai perkembangan situasi di Suriah.
Sayid Al-Houthi mengungkapkan bahwa Israel mempunyai rencana ”Koridor David” yang bertujuan menembus hingga Sungai Eufrat di wilayah yang diduduki AS.
Dia mengatakan bahwa Israel mempunyai mimpi untuk mencapai Sungai Eufrat dan melihat peluang yang tersedia karena mereka tidak menghadapi hambatan apapun dalam menembus wilayah Suriah.
Dia menilai Israel berupaya menciptakan peluang, dan kendalinya atas Gunung al-Sheikh (Hermon) yang strategis di Suriah merupakan suatu rampasan yang sangat besar, karena gunung itu menghadap ke seluruh wilayah Syam.
Al-Houthi mengomentari nama “Operasi Panah Bashan” yang dipakai Israel dalam serangannya ke Suriah. Menurutnya, nama itu melambangkan mitos Yahudi kuno, yang mana wilayah Suriah selatan dan Yordania utara dianggap sebagai “kerajaan Yahudi kuno. ”
Pemimpin Ansarullah menyebutkan bahwa semua senjata dan kemampuan strategis Suriah telah diabaikan dan tidak termasuk dalam tanggung jawab otoritas baru di Suriah. Dia menyayangkan hal ini dan menyebutnya sebagai “zuhud yang aneh dan mencengangkan.”
Al-Houthi menambahkan bahwa Israel merasa leluasa menyerang Suriah, di darat, laut dan udara, karena tidak mendapat reaksi apapun. Israel bahkan juga mengirimkan tim untuk mencuri dokumen, peralatan dan penelitian.
Pemimpin Ansarullah menekankan bahwa penghancuran kemampuan Suriah oleh pendudukan merupakan agresi kriminal, kelancangan, dan pelanggaran kedaulatan, dan meskipun terjadi pelanggaran sedemikian masif, namun di Suriah ada upaya pencegahan dari segala hasutan anti AS dan Israel.
Mengenai Iran, dia mengatakan bahwa negara republik Islam ini menunaikan kewajibannya membela Palestina secara lebih baik daripada negara manapun, dan bahkan sama sekali tak dapat dibandingkan dengan beberapa negara yang memang sengaja menelantarkan Palestina.
Mengenai konfrontasi antara Yaman dan Israel, Al-Houthi memastikan serangan Israel terhadap Yaman tidak akan mempengaruhi tekad Yaman untuk membela Gaza dengan aksi-aksi militer serta eskalasi pada tahap kelima dukungannya untuk Gaza.
Al-Houthi juga menyebutka bahwa Yaman sejauh ini telah melancarkan 1.147 serangan rudal balistik dan jelajah serta drone terhadap Israel serta menyerang 211 kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, Bab al-Mandab, dan Laut Arab. (mm/raialyoum)