
Sanaa, LiputanIslam.com – Panorama unjuk rasa dan gelombang aksi rakyat pendukung Gaza di Yaman berlanjut dan terus berdinamika. Sebagian besar kota di Yaman pada hari Jumat (13/12) diwarnai demo akbar yang menegaskan kontinyuitas solidaritas dengan Gaza dan kutukan terhadap kejahatan Israel yang berkelanjutan terhadap bangsa Palestina.
Unjuk rasa di kota Sanaa dan berbagai kota lain mengusung slogan “tetap bersama Gaza” dan “terus melawan proyek Zionis Amerika”. Massa mengibarkan bendera Yaman dan Palestina, panji perlawanan, poster syuhada, serta membentangkan spanduk dan plakad bertuliskan kutukan terhadap kejahatan AS dan Zionis di Gaza.
Mereka memekikkan yel-yel anti entitas pendudukan Israel dan Barat pendukungnya, serta menegaskan keteguhan dukungan mereka kepada Gaza, sementara Angkatan Bersenjata Yaman dalam statemennya yang dirilis di sela-sela aksi akbar itu mengumumkan keberhasilannya melancarkan operasi militer yang menyasar jantung wilayah pendudukan Palestina, dan menyebutkan bahwa sebagian di antaranya dilancarkan dengan partisipasi kelompok Resistensi Islam Irak.
Aksi nasional yang melibatkan jutaan massa itu merupakan respon atas panggilan pemimpin Ansarullah, Sayid Abdul Malik al-Houthi, yang telah menyerukan kontinyuitas aksi serta aktivitas rakyat dan tentara untuk membela bangsa Palestina.
Sayid al-Houthi menegaskan keharusan berada di satu barisan melawan agresi Israel, dan menekankan bahwa pendirian fundamental ini tak terdorong oleh faktor apapun selain adanya agresi terhadap tanah Arab dan bangsa Muslim.
Sayid al-Houthi menyerukan kepada semua negara, pasukan dan komunitas umat untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel. Dia mengecam kebungkaman dan bahkan toleransi yang ditunjukkan oleh sebagian pihak terhadap kejahatan rezim pendudukan Israel.
Sayid al-Houthi memperingatkan ihwal ambisi AS mengubah wajah Timur Tengah. Dia menegaskan bahwa hal itu mengungkap proyek dan konspirasi terhadap berbagai bangsa dan negara regional, menjadikan kawasan ini sebagai ajang aksi Israel dan AS dan membuatnya tunduk mutlak kepada keduanya.
Pernyataan dan pendirian tersebut mengemuka di tengah gelombang ancaman Israel dan AS untuk menyerang Yaman, dan pernyataan Israel mengenai kesiapannya melancarkan operasi masif terhadap Yaman. (mm/alalam)