Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Pasukan Israel Masuk Lebih Dalam ke Wilayah Suriah, Akan Keluar Lagi?

Published 13/12/2024 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Damaskus, LiputanIslam.com –  Pasukan Israel telah maju lebih jauh ke Suriah selatan setelah pasukan darat mereka bergerak lebih dalam ke Dataran Tinggi Golan Suriah, yang secara efektif memperluas pendudukan mereka.

Seorang narasumber mengatakan bahwa tentara Israel memasuki kota al-Hurriya di provinsi Quneitra pada hari Kamis (12/12) sebagai bagian dari serangan gencar Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di Suriah, setelah jatuhnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada hari  Minggu lalu (8/12).

Sumber lokal mengatakan pasukan Israel juga memaksa penduduk desa Rasem al-Ruwadi di wilayah tersebut mengungsi.

Pasukan pendudukan Israel pada Rabu malam juga menyerbu kota Ruwaihinah dan Umm Batna di pedesaan tengah Quneitra.

Penduduk kota mengatakan pasukan rezim pendudukan menyuruh mereka untuk mengosongkan rumah mereka untuk mencaploknya dan menggabungkannya ke apa yang disebut zona penyangga. Serangan itu melibatkan tank dan unit infanteri, dan beberapa rumah digeledah.

Hal itu terjadi setelah menteri perang Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa rezim Zionis ini merencanakan “zona pertahanan steril” di Suriah selatan, meski hal ini melanggar perjanjian   antara kedua  pihak pada tahun 1974.

Pemimpin masyarakat dan penduduk Quneitra menolak mengungsi dari desa mereka, dan secara kolektif memutuskan untuk tetap bertahan dalam rumah.

Sejak jatuhnya Presiden Assad, rezim Israel telah melakukan hampir 500 serangan udara di seluruh Suriah, yang menargetkan infrastruktur sipil dan militer.

Beberapa negara regional telah mengecam agresi Israel, dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara Arab tersebut.

Pada hari Kamis, seorang sumber PBB mengatakan bahwa pasukan Israel menghalangi pekerjaan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Dia menjelaskan bahwa tentara Israel telah memindahkan pasukan ke daerah tersebut, sehingga secara signifikan membatasi pergerakan pasukan penjaga perdamaian dan menghambat tugas operasional mereka.

Setelah jatuhnya Presiden Assad pada akhir pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pembatalan perjanjian tahun 1974 dengan Suriah.

Dia memerintahkan pengerahan pasukan Israel di zona penyangga di Golan, yang memisahkan bagian dataran tinggi yang diduduki dari wilayah Suriah lainnya.

Netanyahu juga mengatakan bahwa Dataran Tinggi Golan, wilayah yang direbut Israel selama perang tahun 1967 dengan Suriah dan telah didudukinya sejak saat itu, akan menjadi “bagian Israel selamanya”. Dia berterima kasih kepada Presiden terpilih AS Donald Trump karena mendukung pendudukan rezim tersebut pada tahun 2019.

PBB dan sebagian besar masyarakat internasional mengakui Golan sebagai bagian dari Suriah.

Perdana menteri Israel mengaku telah berjanji pada tanggal 9 Oktober 2023 untuk “mengubah wajah Timur Tengah”.

Tentara Israel dilaporkan telah berposisi  di 10 km di luar zona penyangga di kota Qatana, yang berjarak hanya 25 km dari ibu kota Suriah, Damaskus.

Netanyahu ditengara banyak pihak menjadikan gejolak situasi di Suriah sebagai kesempatan untuk merebut lebih banyak wilayah secara permanen.

“Mereka (Israel) mengatakan akan mengembalikannya, tapi mereka sudah menduduki Dataran Tinggi Golan yang belum mereka serahkan kembali. Apa yang membuat Anda percaya mereka akan mengembalikannya?” ujar Haid Haid, seorang konsultan senior di Chatham House, kepada Middle East Eye.

Rime Allaf, seorang penulis dan analis politik Suriah, memposting di X bahwa aksi ugal-ugalan Israel itu merupakan “invasi literal yang ilegal dan tidak bermoral ke lebih banyak tanah, dan pencurian hak warga Suriah atas tentara mereka sendiri, yang dihancurkan oleh Israel begitu rezim yang mengerikan itu jatuh”.

Ameer Makhoul, penulis Palestina, mengatakan “pelanggaran mencolok” Israel dilakukan dengan sedikit protes dari masyarakat internasional. Dia yakin tujuannya adalah untuk membuat pemerintah baru Suriah “menerima kenyataan yang dipaksakan melalui perluasan pendudukan dan dengan menghancurkan pasukan Suriah serta membatalkan kedaulatannya”.

 

Israel telah menghancurkan kapal angkatan laut Suriah, rudal laut-ke-laut, helikopter dan pesawat, termasuk seluruh armada jet tempur MiG-29 dan persediaan amunisi dalam serangan terhadap sedikitnya lima pangkalan udara.

Israel mengaku menghancurkan segala sarana yang dapat digunakan oleh militan di Suriah untuk menyerang Israel. Namun Haid mengatakan bahkan sebelum serangan Israel minggu ini, Suriah tidak akan mampu menyerang Israel secara efektif dengan infrastruktur militer yang ada.

Sekarang setelah Israel praktis telah menghancurkan semua kemampuan yang dimilikinya untuk menyerang, Haid kembali mempertanyakan mengapa Israel perlu mengambil posisi di dalam atau di luar zona demiliterisasi.

Dia juga menyinggung adanya laporan bahwa Israel dan kelompok militan di Suriah sebelumnya telah mencapai kesepakatan  di mana Israel lantas menyediakan bantuan darurat dan perawatan medis bagi militan selama kelompok tersebut tidak menyerang Israel.

Dia mengatakan dengan berkuasanya militan, Suriah kini tidak berdaya.

“Masalahnya sekarang adalah apa pun yang terjadi, rakyat Suriah mungkin tidak dapat melindungi diri mereka sendiri, tidak hanya terhadap Israel, melainkan juga terhadap ancaman lain yang mungkin bersifat domestik,” kata Haid.

Netanyahu pada Selasa malam mengatakan bahwa Israel tidak akan mencampuri urusan dalam negeri di Suriah. Beberapa pengamat mengatakan mereka tidak percaya pada janji itu. Mereka malah percaya bahwa Israel, selain merebut wilayah untuk selamanya, juga berusaha melumpuhkan Suriah. (mm/presstv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry1
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account