Teheran, LiputanIslam.com – Perkembangan situasi Suriah terus mendapat perhatian besar dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengecam eksploitasi AS dan entitas pendudukan Israel terhadap kekacauan di Suriah, menekankan keharusan melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayah Suriah, dan menyebutkan bahwa peristiwa Suriah memotivasi kubu resistensi untuk mewujudkan cita-cita umat Islam membebaskan Al-Quds dan mengusir AS dari kawasan.
Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami pada hari Kamis (12/12) menegaskan Teheran sejak semula sudah mengetahui pergerakan militan bersenjata di Suriah, dan memberitahukannya kepada pihak-pihak terkait.
Dia menyebutkan bahwa pasukannya tidak mungkin bertempur di negara lain sementara tentara negara itu sendiri diam menonton.
Salami memastikan kemampuan Iran belum dan tidak akan pernah menurun, dan hal ini terbuktikan oleh operasi Janji Nyata 1 dan 2. Dia juga menegaskan bahwa jalan untuk mendukung Poros Resistensi tetap terbuka, dan tidak terbatas pada Suriah, yang bisa jadi kondisinya masih akan kembali berubah secara bertahap.
Sementara itu, Ketua Parlemen Majelis Permusyawaratan Islam Mohammad Baghir Ghalibaf memastikan kontinyuitas dukungan Iran kepada perlawanan, dan mengatakan bahwa masa depan Suriah tidak akan akan sesuai dengan rencana para pembuat keputusan peristiwa tersebut.
Dia mengatakan bahwa kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad bisa jadi menimbulkan kesulitan pada Poros Resistensi, tapi faksi-faksi perlawanan telah menunjukkan kemampuan mereka beradaptasi dan bergerak dengan kuat.
Pada konteks yang sama, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan keharusan adanya mobilitas negara-negara regional untuk menghentikan agresi Israel terhadap Suriah.
Dalam panggilan telefon dengan sejawatnya dari Qatar Moahmmad bin Abdurrahman al-Thani, Araghchi mendiskusikan kelanjutan pembicaraan bilateral dan multilateral mengenai perkembangan situasi di Suriah dengan tujuan mendukung upaya penegakan stabilitas dan pembentukan sistem politik yang inklusif dan bersandarkan kehendak rakyat Suriah. (mm/alalam)