Gaza, LiputanIslam.com – Tentara pendudukan Israel melakukan tiga pembantaian baru di Jalur Gaza, hingga menyebabkan 30 orang gugur dan puluhan lainnya terluka.
Jumlah korban gugur akibat agresi di Jalur Gaza meningkat menjadi lebih dari 44.500 orang, sementara korban luka sekitar 105.600 orang.
Dalam peristiwa terbaru, menurut laporan Kementerian Kesehatan di Gaza, dalam 24 jam, terakhir telah jatuh korban gugur sebanyak 30 orang dan korban luka 84 orang, yang sebagian di antaranya tiba di rumah sakit. Para korban itu jatuh akibat serangan tentara Zionis Israel di berbagai daerah di Jalur Gaza.
Bersamaan dengan ini, para pejuang Palestina di Jalur Gaza juga terus melakukan perlawanan. Mereka menargetkan pasukan pendudukan Israel di berbagai poros, dan menimbulkan kerugian tertentu pada pasukan pendudukan.
Sayap militer Hamas pada hari Rabu menggempur mobil pengangkut pasukan Israel dengan peluru Al-Yassin 105 di bagian tengah kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara.
Brigade Al-Qassam juga menargetkan dua tank Merkava 4 Israel dengan peluru Al-Yassin 105 dan perangkat peledak Shawaz di persimpangan Al-Rafid di pusat kota Beit Lahia, utara Jalur Gaza.
Brigade tersebut juga meledakkan tank Merkava 4 Israel dengan perangkat Shawaz di sekitar Masjid Tawbah, sebelah barat kamp Jabalia di Jalur Gaza utara.
Beberapa serangan Al-Qassam didokumentasikan dalam rekaman video dan dipublikasi.
Para pejuang Brigade Al-Quds,sayap militer gerakan Jihad Islam, juga terus bertempur. Mereka menembak seorang tentara Israel di dekat kawasan Al-Taqa, sebelah timur Kota Gaza, melancarkan serangan mortir terhadap posisi tentara pendudukan Israel di jalur pasokan di poros Netzarim, dan menembakkan mortir reguler kaliber 60 mm ke arah lokasi konsentrasi tentara dan kendaraan Israel yang bercokol di sekitar Persimpangan Burj Awad di lingkungan Al-Jeneina, sebelah timur kota Rafah, Jalur Gaza selatan. (mm/almayadeen/raialyoum)