Damaskus, LiputanIslam.com – Tentara Arab Suriah (SAA) melancarkan serangan udara tepat sasaran terhadap posisi-posisi teroris di barat laut negara, dan menghancurkan markas komando operasi kelompok teroris Hayat al-Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin serangan terhadap SAA.
Komando Umum SAA saat mengumumkan hal tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (3/12) merinci bahwa serangan itu juga mengakibatkan kehancuran tiga gudang yang berisi berbagai amunisi, serta puluhan kendaraan dan unit lapis baja di sepanjang garis depan pertempuran selama 24 jam terakhir.
Selain itu, dilaporkan bahwa sebanyak 200-an teroris terbunuh, termasuk warga negara asing, dan lebih dari 20 drone yang diluncurkan oleh kawanan teroris ke desa-desa dan kota-kota berhasil ditembak jatuh.
“Angkatan bersenjata kami yang gagah berani terus menargetkan kelompok, posisi, markas besar, dan konvoi bergerak organisasi teroris di pedesaan utara Hama dan Idlib, dengan menggunakan artileri, rudal, dan serangan udara gabungan Suriah-Rusia,” bunyi pernyataan tersebut.
Komando Umum SAA juga meyebutkan bahwa bala bantuan militer dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu SAA, yang “secara heroik terlibat dalam pertempuran sengit di garis depan, khususnya di sepanjang poros pedesaan utara Hama.”
Seperti diketahui, kawanan teroris yang mengatasnamakan oposisi Suriah serta didukung kekuatan-kekuatan asing dan dipimpin oleh HTS telah melancarkan serangan mendadak di pedesaan Aleppo dan Idlib, menyerbu beberapa desa dan kota sebelum kemudian bergerak maju dan mencapai Aleppo pada tanggal 27 November.
Namun, pasukan Suriah telah menghentikan kemajuan mereka dan secara aktif berupaya mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang jatuh ke tangan kawanan teroris.
Kawanan itu bertujuan untuk melemahkan upaya pemerintah Suriah memulihkan keamanan dan stabilitas di tengah agresi yang kerap dilancarkan rezim Zionis Israel.
Israel merupakan pendukung utama kelompok-kelompok teroris penentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sejak dimulainya gejolak pemberontakan dan terorisme yang didukung asing di Suriah pada tahun 2011. (mm/presstv)