
Damaskus, LiputanIslam.com – Tentara Arab Suriah (SAA) menyatakan pihaknya telah merebut kembali banyak area yang semula direbut oleh kelompok-kelompok pemberontak dan teroris takfiri dalam gejolak yang terjadi belakangan ini wilayah utara Suriah.
“Angkatan bersenjata kami berhasil menimpakan kerugian besar pada organisasi teroris, menyerang dan menyebabkan ratusan kematian dan cedera di antara para teroris,” ungkap Komando Umum SAA dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (29/11).
SAA juga mengaku telah “menghancurkan puluhan kendaraan lapis baja dan kendaraan (lainnya) serta berhasil menembak jatuh dan menghancurkan 17 pesawat nirawak,” tambahnya.
Menurut pernyataan itu, SAA berhasil merebut kembali beberapa area yang telah mengalami pelanggaran selama beberapa jam sebelumnya, dan SAA melanjutkan operasi tempur mereka hingga kawanan militan bersenjata terpukul mundur.
Komando Umum SAA menyebutkan bahwa kelompok takfiri yang bangkit kembali di Suriah utara mengerahkan sejumlah besar teroris asing serta mengandalkan berbagai jenis senjata berat dan sedang serta drone.
SAA bersumpah bahwa pihaknya akan terus memperkuat posisi mereka di semua poros pertempuran dengan lebih banyak tentara dan peralatan untuk mencegah pelanggaran teroris dan menangkal potensi serangan.
SAA memperingatkan bahwa kawanan takfiri telah menyebarkan “informasi, berita, dan klip video yang menyesatkan dengan tujuan meneror warga.” Karena itu, Komando Umum SAA mengimbau warga untuk lebih mengandalkan sumber resmi agar mendapatkan informasi yang kredibel.
Awal minggu ini, militan teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dilaporkan telah menyerbu banyak wilayah yang dikuasai pemerintah dan menewaskan puluhan tentara Suriah di wilayah utara negara Arab tersebut.
Namun, jaringan televisi Lebanon al-Mayadeen mengatakan tentara Suriah berhasil menggagalkan operasi teroris berskala besar di Provinsi Aleppo melalui serangan pendahuluan.
Empat operasi besar teroris, yang akan dimulai dari kota Anadan, 12 kilometer di barat laut Aleppo, dapat digagalkan sebelum sempat dimulai.
SAA melancarkan serangan rudal intensif terhadap posisi teroris yang membentang dari desa-desa di Aleppo barat hingga Gunung Zawiya di selatan kota Idlib di provinsi yang berdekatan.
Tentara Suriah itu juga dilaporkan menghadang gerak maju teroris pimpinan HTS di Idlib tenggara dan melancarkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Suriah Bassam Sabbagh berbicara dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, melalui telepon, dan melaporkan situasi di lapangan di Suriah utara setelah serangan teroris. Dia memastikan negara dan rakyat Suriah akan melawan agresi teroris dengan sekuat tenaga, dan akan terus mencegah teroris dan pendukungnya mewujudkan ambisi jahat mereka. (mm/presstv)