Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Khamenei dalam kata sambutannya saat dijumpai ribuan anggota pasukan relawan Basij pada hari Senin (25/11) menyatakan bahwa penangkapan saja tak cukup terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, melainkan harus divonis hukuman mati.
“Putusan penangkapan yang mereka (Mahkaman Pidana Internasional) keluarkan untuk Netanyahu tidak cukup, putusan hukuman mati untuknya harus dikeluarkan, putusan hukuman mati untuk para penjahat ini harus dikeluarkan,” ujarnya.
Ayatullah Khamenei memandang Rezim Zionis tidak akan bisa menang di Gaza dan Lebanon meski sudah melakukan segala bentuk kejahatan perang.
“Orang-orang bodoh hendaknya tidak beranggapan bahwa pemboman rumah, rumah sakit dan kerumunan warga sebagai pertanda kemenangan. Tak seorang pun di dunia menganggap hal ini sebagai kemenangan,” ungkapnya.
Pemimpin Besar Iran memastikan bahwa front perlawanan akan meluas. Dia mengatakan, “Para pemuda pemberani Palestina dan Lebanon dari berbagai kalangan, di medan perang maupun bukan, ketika melihat pembombardiran dan terancam kematian, tak menemukan jalan kecuali berjuang dan melawan. Karena itu, para penjahat bodoh pada hakikatnya justru memperluas sendiri front perlawanan.”
Dia menambahkan, “Front perlawanan sekarang sudah meluas, dan selanjutnya akan meluas beberapa kali lipat.”
Dia juga memuji relawan Basij sebagai lawan langsung dari kekuatan hegemonik dunia. Dia menyebutkan bahwa pendiri Revolusi Islam, Imam Khomeini, membentuk pasukan Basij sebagai “benteng” di depan ancaman.
Menurutnya, Basiji tidak terintimidasi oleh propaganda AS dan Israel, dan beberapa ilmuwan terkemuka Iran, yang dibunuh oleh musuh, adalah anggota relawan Basij.
Dia juga mengatakan bahwa Basij pasti akan menghancurkan rezim Zionis dan untuk ini mereka harus memperkuat, memperluas, dan menjaga kesiapan. (mm/alalam/presstv)