Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah menembakkan rudal hipersonik ke pangkalan udara Israel di Negev di bagian selatan wilayah pendudukan Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina dan Lebanon yang menjadi sasaran kebiadaban Israel.
Di hadapan lautan massa yang menggelar unjuk rasa akbar rutin setiap hari Jumat, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Jumat (22/11) mengumumkan pihaknya telah menyerang pangkalan udara Nevatim di Negev, dengan rudal balistik hipersonik “Palestine 2”.
Dia memastikan bahwa serangan itu “berhasil mencapai tujuannya,” dan bahwa serangan akan terus dilanjutkan oleh pasukan Yaman hingga agresi Israel terhadap Gaza dan Lebanon berakhir.
Rezim Zionis Israel sendiri hingga kini masih terus menebar serangan brutal di Gaza dan Lebanon.
Dalam peristiwa terbaru, serangan udara Israel menggugurkan sedikitnya lima paramedis di Lebanon selatan saat pasukan Zionis terlibat dalam pertempuran sengit dengan pejuang Hizbullah.
Hizbullah menyerang tentara Israel di pinggiran kota Khiam di Lebanon selatan, dan tentara Israel di segitiga Deir Mimas dengan peluru artileri dan di Bukit Armis, sebelah barat kota Shama.
Di Gaza, 17 warga Palestina menjadi gugur dan beberapa lainnya terluka, pada hari Jumat, dalam serangkaian serangan Israel terhadap rumah-rumah warga sipil dan tenda-tenda yang menampung pengungsi di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Pejabat kesehatan memperingatkan semua rumah sakit di Gaza harus menghentikan atau mengurangi layanan “dalam waktu 48 jam” karena kekurangan bahan bakar akibat pemblokiran oleh pasukan pendudukan.
Genosida Israel di Gaza sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 44.056 warga Palestina dan melukai 104.286 orang sejak 7 Oktober 2023.
Di Lebanon, sedikitnya 3.645 orang gugur dan 15.355 orang terluka dalam serangan Israel sejak perang di Gaza dimulai. (mm/presstv/raialyoum/aljazeera)