Teheran, LiputanIslam.com – Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan pihaknya berencana mengaktifkan serangkaian mesin sentrifugal baru dan canggih sebagai tanggapan terhadap resolusi terbaru badan nuklir PBB, yang dinilainya tendensius.
Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Kamis (21/11) memberikan suara 19 berbanding 3, dengan 12 abstain, untuk resolusi, yang diajukan oleh Inggris, Prancis, dan Jerman (E3), yang menuduh Teheran tidak kooperatif badan tersebut, dan meminta laporan “komprehensif” tentang aktivitas nuklirnya “paling lambat” pada musim semi 2025.
“Setelah resolusi tersebut, kami segera memulai langkah-langkah perbaikan. Kami akan meningkatkan kapasitas pengayaan secara signifikan,” kata Behrouz Kamalvandi, Wakil Ketua Urusan Internasional, Hukum, dan Parlemen, dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi pada hari Jumat (22/11).
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menggunakan berbagai mesin canggih, meningkatkan kecepatan penelitian dan pengembangan industri untuk masing-masing mesin ini, dan meningkatkan infrastruktur.
Dia menuding negara-negara Eropa berusaha mendorong mundur industri nuklir Iran melalui taktik tekanan.
“Tapi ini tidak akan pernah terjadi,” sambungnya, sembari menyebutkan bahwa jumlah negara yang memberikan suara mendukung Eropa dalam meloloskan resolusi baru terhadap Iran lebih sedikit daripada sebelumnya.
Resolusi sebelumnya pada bulan Juni, yang diajukan oleh E3, menerima dukungan signifikan di mana 20 negara anggota memberikan suara mendukung. Tiongkok dan Rusia memberikan suara menentang resolusi tersebut dan 12 negara abstain dari pemungutan suara.
Pejabat AEOI tersebut mengatakan bahwa Dirjen IAEA Rafael Grossi mengunjungi komplek pengayaan dan ribuan mesin sentrifugal Iran selama kunjungannya ke Iran minggu lalu.
“Kami memberi tahu dia bahwa (mesin) ini sudah siap dan kami sedang mencari interaksi. Namun, jika mereka ingin mengadopsi metode lain, kami juga siap,” tegas Kamalvandi.
Kepala IAEA mengusulkan penghentian sementara pada cadangan 60% dan tingkat pengayaan yang lebih tinggi, bukan penghentian permanen, untuk mempersiapkan dasar bagi interaksi, tambahnya.
“Kami menerima (proposal) ini dengan syarat, tapi kami menegaskan bahwa kami akan bertindak saat itu juga,” katanya.
Dia Iran menjelaskan bahwa AEOI pada Kamis malam memberi tahu IAEA tentang langkah-langkah yang akan diambil negara itu sebagai tanggapan atas resolusi dewan yang beranggotakan 35 negara itu.
Dia mengatakan resolusi itu akan “mengarah pada peningkatan kapasitas kami di sektor industri nuklir.” (mm/presstv/alalam)