Khuzestan, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami di hadapan pasukan relawan Basij yang berpartisipasi dalam manuver bersandi “Menuju Baitul Maqdis” di provinsi Khuzestan di bagian barat laut Iran, Jumat 22/11), memastikan kepada rakyat Iran bahwa negara ini akan membalas serangan Israel, yang menurutnya, sudah tamat riwayatnya secara politik setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) merilis surat perintah penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant.
Salami juga mengatakan bahwa belakangan ini tak seorang pun Zionsi di Palestina pendudukan dapat hidup nyaman dan tentram, melainkan hidup dalam kondisi ketakutan, kepanikan dan keluar masuk bunker.
Ditujukan kepada pasukan Basij, Mayjen Salami mengatakan, “Anda sekalian, pasukan relawan Basij, sudah 46 tahun di setiap tempat telah membuntukan jalan bagi upaya kaum kafir, musyrik dan munafik untuk mengalahkan umat Islam.”
Mengenai rezim Israel, dia mengatakan, “Para petinggi Zionis tertekan, lemah, tak menemukan jalan keluar, tentara mereka sudah loyo. Sebaliknya, mesin penggerak umat Islam sudah bekerja.”
Dia menambahkan, “Kemarin, Mahmakah Pidana Internasional dalam suatu langkah terpuji telah mengumumkan para pemimpin Rezim Zionis sebagai penjahat perang. Ini merupakan kemenangan besar bagi kebangkitan perlawanan Palestina dan Lebanon. Ini berarti berakhirnya Rezim Zionis secara politik.”
Panglima IRGC tak lupa menyinggung rencana Iran membalas serangan Israel. Ditujukan kepada rakyat Iran, dia mengatakan, “Kami menegaskan satu kalimat untuk Anda sekalian: ‘Kita akan membalas para penjahat!” (mm/irib/alalam)