Teheran, LiputanIslam.com – Para ulama Ahlussunnah Iran menulis surat yang ditujukan kepada para ulama di negara-negara Islam, termasuk Arab Saudi, Mesir, Yordania, Tunisia, Irak, Suriah, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Turki.
Para ulama Ahlussunnah Iran dalam surat itu menyatakan, “Sekarang ini, di negeri Kiblat Pertama umat Islam, yaitu Palestina, khususnya di wilayah Gaza yang penuh perlawanan, kita menyaksikan kejahatan rezim keji Zionis dengan dukungan Besar AS, yang menyerupai apa yang dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al-Ma’idah ayat 82:
‘Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.’”
Ulama Ahlussunnah Iran juga menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk menulis surat kepada saudara-saudara Muslim mereka setelah menyaksikan kekejaman Rezim Zionis, yang dipersenjatai habis-habisan oleh AS dan beberapa pemerintah kafir Eropa.
Para ulama Ahlussunnah Iran memperingatkan rencana rezim Israel yang diumumkan sebelumnya untuk mencaplok Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan dukungan yang mungkin diterimanya dari pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
Mereka menyerukan kepada para ulama dunia Islam untuk mengoperasionalkan protes mereka dan mengambil langkah-langkah praktis, alih-alih hanya sebatas mengeluarkan pernyataan untuk mengutuk kejahatan rezim Zionis.
Para ulama Ahlussunnah Iran terus menyerukan kepada rekan-rekan mereka di negara lain untuk berjihad dan mengangkat senjata sebagai tugas Islam untuk mempertahankan wilayah Islam.
Mereka menegaskan kembali seruan untuk dukungan finansial bagi pasukan perlawanan dan pemboiktan total produk dan ekspor rezim Israel ke rezim tersebut.
“Bergabunglah dengan orang-orang beriman Yordania, cegah ekspor barang melalui negara mereka agar tidak mencapai wilayah pendudukan, sebagai hal yang paling tidak dapat dilakukan kecuali perang di Gaza berhenti. Dan dengan kehadiran Anda, buka perbatasan Yordania bagi pemuda Yordania untuk memasuki Al-Quds yang suci,” seru mereka.
Para ulama Ahlussunnah Iran menambahkan, “Bergabunglah dengan orang-orang beriman Mesir di perbatasan Rafah dan jika Anda dapat membuka kembali perbatasan itu, dan jika tidak, setidaknya berkemahlah di sana sampai perang berhenti, dan berikan tekanan pada para penghasut perang rezim Zionis. Keluarkan fatwa perjuangan bersenjata (jihad) melawan Zionis dengan cara apa pun kepada Umat Islam, terutama para pemuda.” (mm/mna)