Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah menyatakan para pejuangnya melakukan penyergapan terhadap pasukan Israel di pinggiran timur kota Shamaa di Lebanon selatan, sementara dari arah Irak dan Yaman juga terjadi serangan terhadap Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (17/11), Hizbullah menyatakan, “Para pejuang bertempur melawan pasukan Israel dengan senapan mesin dan granat berpeluncur roket dari jarak dekat, yang menjatuhkan korban jiwa di pihak tentara Israel.”
Dalam eskalasi lainnya, Hizbullah menyebutkan bahwa pada Sabtu malam pihaknya menyerang sejumlah pangkalan militer di kota Haifa dan daerah Carmel dengan rudal khusus.
Pada hari Minggu, sebuah drone jatuh di kota Yavneh, selatan Tel Aviv, setelah peringatan diaktifkan untuk pertama kalinya di kota tersebut sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, yang merupakan titik sasaran terjauh di Israel.
Pejabat Otoritas Penyiaran Israel mengatakan, “Sebuah drone jatuh di area terbuka di Yavneh, dan asap terlihat membubung dari tempat itu.”
Surat kabar Israel Maariv menyatakan drone tersebut “diluncurkan dari timur,” mengacu pada Irak.
Situs web Ibrani Srugim menyatakan: “Sirene alarm terdengar pada menit-menit terakhir di kota Yavneh dan Ness Ziona, sebagai akibat dari infiltrasi drone. Untuk pertama kalinya sejak awal perang, keadaan siaga diaktifkan beberapa waktu lalu di Yavneh dan Ness Tsoina, dan ini merupakan titik terjauh di mana peringatan dimunculkan karena infiltrasi pesawat nirawak.”
Agresi Israel terhadap Lebanon sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 3.452 orang dan melukai sedikitnya 14.664 orang, termasuk sejumlah besar anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan sekitar 1.4 juta orang yang mengungsi.
Sementara itu, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah, Brigejn Yahya Saree, pada Minggu malam mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan drone terhadap sasaran militer dan vital di kota Jaffa dan Ashkelon di bagian tengah dan selatan Palestina pendudukan.
Saree memastikan “operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya,” tanpa menyebutkan karakteristik targetnya.
Dia menegaskan bahwa pasukan Yaman “terus melakukan operasi militer terhadap Israel sebagai tanggapan atas kejahatan Zionis di Gaza dan Lebanon”, dan bahwa operasi ini tidak berhenti sebelum Israel menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Gaza serta serangannya terhadap Lebanon. (mm/raialyoum)