Beirut, LiputanIslam.com – Serangan udara Israel terhadap kantor Partai Baath Suriah di Beirut, ibu kota Lebanon, menggugurkan Kepala Hubungan Media Hizbullah, Mohammad Afif, Minggu (17/11).
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan Israel itu menghantam gedung partai Baath di distrik Ras Al-Naba’a di pusat kota Beirut, dan sengaja dilancarkan untuk menghabisi Afif, yang menurut Sekjen Partai Baath Ali Hijazi, kebetulan saat itu sedang mengadakan pertemuan di kantor tersebut.
Ali Hijazi mengatakan, “Afif tidak bertempur dengan senjata dan tidak memimpin unit militer di Hizbullah, melainkan memimpin unit media.”
Jaringan televisi Lebanon Al-Mayadeen melaporkan bahwa lima orang terbunuh dalam serangan itu.
Serangan itu terjadi setelah Afif pada 22 Oktober lalu menyatakan Hizbullah bertanggungjawab atas serangan terhadap rumah Netanyahu di Caesarea. Afif gugur setelah Israel pada serangan kali pertama beberapa waktu lalu gagal membunuhnya.
Dalam komentar terbarunya kepada wartawan pada 11 November, Afif mengatakan bahwa pasukan Israel tidak dapat menduduki wilayah mana pun di Lebanon dan bahwa Hizbullah memiliki cukup senjata dan perlengkapan untuk berperang dalam “perang yang panjang”.
Pembunuhan Afif merupakan yang terbaru dalam serangkaian pembunuhan terhadap para petinggi Hizbullah, termasuk pemimpinnya Sayid Hassan Nasrallah, sejak Israel secara dramatis mengintensifkan serangannya di seluruh Lebanon pada akhir September setelah satu tahun saling tembak di sepanjang perbatasan.
Sayid Nasrallah dibunuh dalam serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di lingkungan Dahiyeh, Beirut selatan pada akhir September.
Hamas menyatakan turut berduka cita atas gugurnya Afif, dan menegaskan “Pembunuhan terhadap seorang tokoh media politik tidak akan membungkam suara perlawanan, namun justru mengungkapkan betapa dalamnya kesenjangan moral di mana rezim penduduk terjerumus di dalamnya.”
Hamas memandang Afif sebagai sosok pemberani yang telah bersuara lantang membongkar kejahatan Israel di saat rezim Zionis ini sedang ganas-ganasnya terhadap Lebanon. (mm/raialyoum/presstv)