Gaza, LiputanIslam.com – Sayap bersenjata Hamas, Brigad al-Qassam, pada hari Jumat (15/11) mengumumkan pihaknya telah melenyapkan empat tentara Zionis Israel, termasuk satu penembak jitu, dan menggempur tiga tank dan sebuah buldoser militer di berbagai wilayah di Jalur Gaza utara.
Hal ini terjadi dalam lima operasi terpisah yang dilakukan oleh Brigade “Al-Qassam” di Gaza Utara, dan data mengenai hal tersebut dipublikasikan.
Al-Qassam dalam sebuah pernyataan menyebutkan para pejuangnya berhasil “menghabisi tiga tentara Zionis dari jarak dekat di sekitar bundaran Abbas Kilani, sebelah utara kota Beit Lahia.”
Dalam pernyataan kedua mereka menambahkan bahwa para pejuangnya menembak “seorang tentara Israel di sekitar bundaran Abbas Kaslani.”
Dalam dua pernyataan terpisah mereka mengaku telah menggempur dua tank Merkava dan sebuah buldoser militer dekat bundaran Tal Al-Dhahab di Beit Lahia dengan dua peluru Al-Yassin 105 .
Menurut sebuah pernyataan, pejuang Al-Qassam juga menargetkan tank Merkava dengan perangkat peledak Shawaz, di sebelah barat kamp Jabalia, di utara Jalur Gaza.
Pertempuran terus berlanjut antara pejuang faksi bersenjata Palestina dan pasukan tentara Israel di berbagai poros pertempuran, terutama di wilayah utara Jalur Gaza, yang dilanda genosida dan pembersihan etnis sejak 5 Oktober lalu.
Pada tanggal 5 Oktober, tentara Israel memulai invasi darat di Jalur Gaza utara dengan dalih “mencegah Hamas mendapatkan kembali kekuasaannya di wilayah tersebut.”
Pihak Palestina menyatakan Israel ingin menduduki bagian utara Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi zona penyangga setelah menggusur penduduknya, di bawah beban pemboman mematikan yang terus menerus dan blokade ketat yang menghalangi masuknya makanan, air, dan obat-obatan.
Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan lebih dari 147.000 warga Palestina gugur dan terluka, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang menewaskan puluhan anak dan lansia dalam salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Israel terus melakukan pembantaian, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera mengakhiri pembantaian tersebut, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi bencana kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)