Beirut, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya, kelompok Hizbullah Lebanon menyerang pangkalan angkatan udara utama Israel dengan rentetan roket sebagai bagian dari pembalasannya terhadap kekejaman rezim Zionis tersebut.
Hizbullah pada hari Selasa (12/11) mengumumkan pihaknya menggempur pangkalan HaHotrim, fasilitas utama angkatan udara Israel yang menampung peralatan, formasi transportasi, dan pabrik mesin.
Pangkalan itu terletak di sebelah selatan kota Haifa, sekitar 40 kilometer dari perbatasan Lebanon-Palestina.
Hizbullah menyatakan serangan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi Khaybar, yang ditujukan terhadap pangkalan intelijen sensitif Israel dan berbagai lokasi strategis lainnya.
Selain operasi tersebut, Hizbullah juga melesatkan skuadron pesawat nirawak serbu ke pusat komando Brigade Ramim di barak Hunin, dan berhasil mengenai sasaran dengan tepat.
Hizbullah juga menyerang pangkalan logistik Divisi ke-146 yang terletak di utara desa Sheikh Dannun, timur Nahariya.
Selanjutnya, Hizbullah menyerang pangkalan Shraga di utara kota Akka dengan rentetan rudal.
Pangkalan udara Tel Nof milik rezim tersebut, di selatan Tel Aviv, juga menjadi target serangan Hizbullah sebagai bagian dari operasi ini.
Media Israel melaporkan bahwa sedikitnya dua warga Zionis bersenjata tewas di Nahariya, dan beberapa lainnya terluka.
Serangan ini merupakan respons terhadap meningkatnya agresi Israel terhadap Lebanon, yang sejauh ini telah menjatuhkan lebih dari 3.000 korban jiwa warga Lebanon sejak pagresi itu dimulai pada Oktober 2023.
Sejak Sekjen Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah gugur diserang Israel pada bulan September, Hizbullah telah mengintensifkan serangan balasannya.
Kelompok tersebut telah berkomitmen untuk mempertahankan serangannya hingga genosida dan blokade Israel terhada Gaza terhenti dan serangan terhadap Lebanon berakhir.
Menanggapi dimulainya tahap kedua serangan darat Israel ke Lebanon selatan, Hizbullah pada Selasa malam mengancam Tel Aviv dengan “kerugian lebih besar,” dan memastikan pihaknya siap menjalani “pertempuran panjang”.(mm/presstv/raialyoum)