Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang perlawanan Islam Lebanon, Hizbullah, telah menggempur kota Tel Aviv dan Haifa di wilayah pendudukan Palestina dengan drone dan rudal kamikaze serta meluncurkan rudal presisi baru yang akan digunakan dalam perang melawan Rezim Zionis Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (6/11), Hizbullah mengaku telah melancarkan serangan udara balasan “dengan satu skuadron drone penyerang di Pangkalan Belo, milik brigade penerjun payung pasukan cadangan Divisi 98 Israel di selatan Tel Aviv, untuk pertama kalinya, tepat waktu, dan mencapai targetnya secara akurat.”
Hizbullah menyebutkan bahwa operasi itu dilancarkan sebagai bagian dari rangkaian operasi Khaibar dengan slogan, “Labbaika, ya Nasrallah.”
Pembalasan tersebut, ungkapnya, dilakukan “untuk mendukung keteguhan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan untuk mendukung perlawanan mereka yang berani dan terhormat, serta untuk membela Lebanon dan rakyatnya.”
Hizbullah telah melakukan ratusan serangan serupa sejak Oktober lalu, ketika Rezim Zionis melancarkan perang genosida di Gaza dan secara signifikan meningkatkan agresinya terhadap Lebanon.
Serangan brutal Israel sejauh ini telah merenggut nyawa sedikitnya 43.391 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, sementara eskalasi terhadap Lebanon telah menggugurkan sedikitnya 3.050 orang.
Secara terpisah, Hizbullah mengumumkan akan melancarkan serangan udara menggunakan satu skuadron pesawat nirawak serang terhadap Pangkalan Angkatan Laut Haifa yang menampung armada kapal rudal dan kapal selam di Teluk Haifa.
Seperti halnya serangan terhadap Tel Aviv, operasi terhadap Haifa dilakukan “untuk pertama kalinya dan mengenai sasarannya secara akurat,” ungkap Hizbullah.
Pejuang Hizbullah juga melancarkan “operasi kompleks” terhadap pangkalan angkatan laut Stella Maris, pangkalan strategis yang digunakan untuk pemantauan dan pengawasan angkatan laut di barat laut Haifa, dengan rentetan rudal dan satu skuadron pesawat nirawak.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah melaporkan bahwa para pejuangnya telah menggempur pangkalan industri militer Zevulun di sebelah utara Haifa serta kota Safad dengan salvo roket.
Rekaman yang beredar juga menunjukkan tank canggih Merkava-4 milik Israel terbalik akibat tembakan balasan Hizbullah di Desa Maroun al-Ras di Lebanon selatan, hingga melukai awaknya.
Pada hari Rabu, Hizbullah menyatakan Fateh-110, rudal permukaan-ke-permukaan presisi yang digunakan untuk menyerang target vital dengan akurasi 10 meter, telah memasuki daya tembaknya saat terus menanggapi agresi rezim Israel terhadap Gaza dan Lebanon.
Rudal itu dapat melesat sejauh 300 kilometer, memiliki kemampuan destruktif tinggi, dapat diluncurkan dari platform tetap ataupun bergerak, dan bekerja dengan bahan bakar padat.
Proyektil itu berdiameter 616 milimeter dengan panjang 8,8 meter, bobot 3.450 kilogram, dan berhulu ledak seberat 500 kilogram.
Hizbullah bersumpah untuk terus mempertahankan serangannya sampai Israel mengakhiri perangnya di Gaza dan agresinya terhadap Lebanon. (mm/raialyoum/presstv)