Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah Brigjen Yahya Saree menyatakan bahwa perusahaan pelayaran Israel menjual aset mereka atau mendaftarkannya dengan nama –nama lain sebagai bagian dari upaya mereka “menghindari” serangan Yaman.
“Informasi intelijen menyatakan bahwa banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bidang pelayaran laut dan berafiliasi dengan musuh, Israel, berupaya menjual aset mereka dan mengalihkan properti mereka dari kapal pelayaran dan angkutan laut ke perusahaan lain, atau mendaftarkannya atas nama pihak lain,” ungkap Saree pada Ahad malam (3/11).
“Hal ini dilakukan demi menghindari hukuman yang diambil oleh Yaman (Houthi) terhadap kapal dan perusahaan tersebut,” sambungnya.
Saree kemudian memastikan pihaknya “tidak akan memperhitungkan perubahan kepemilikan atau bendera kapal Israel.”
“Semua pihak yang berkepentingan tidak boleh berurusan dengan perusahaan atau kapal-kapal ini karena mereka akan dikenai hukuman dan dilarang melintasi wilayah operasi angkatan bersenjata Yaman yang telah ditentukan,” terangnya.
Jalur Gaza terus menghadapi aksi genosida Israel yang telah menjatuhkan koran gugur dan luka sebanyak lebih dari 145,000 orang Palestina sejak 7 Oktober 2023. Sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza, pasukan Yaman menyerang kapal-kapal kargo Israel atau yang terkait dengannya di Laut Merah, Laut Arab, dan Samudra Hindia. Mereka juga melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap Israel, termasuk Tel Aviv. (mm/raialyoum)