Beirut, LiputanIslam.com – Media militer Perlawanan Islam Lebanon Hizbullah pada hari Kamis (31/10) merilis video dokumentasi serangannya terhadap pangkalan Sharaga dan Ein Shemer serta kamp Eliakim dalam sebuah operasi kompleks yang mencakup peluncuran rudal-rudal tertentu dan drone kamikaze.
Serangan itu sendiri dilancarkan pada Rabu malam (30/10), dan disebutkan telah mencapai tujuannya dengan tepat, dan Israel tidak mampu menghadapi rudal dan drone Hizbullah, yang terbang selama jangka waktu tertentu di wilayah Palestina pendudukan, menurut pernyataan Hizbullah.
Pangkalan Ein Shemer , di sebelah timur Hadera, adalah pangkalan pertahanan udara rudal dan pangkalan brigade regional tentara pendudukan, sedangkan kamp Eliakim di selatan Haifa adalah milik komando militer wilayah utara, menurut Al-Mayadeen.
Di pihak lain, media Israel menyebutkan bahwa serangan tersebut membuat ratusan ribu orang Israel terpaksa mengungsi ke tempat perlindungan dalam keadaan terkejar waktu selama 1 jam 9 menit, menurut laporan saluran Kan Israel, sebagai bentuk pengakuan atas klaim Hizbullah bahwa Israel gagal menangkis serangan itu.
Tentara Israel mengakui ledakan dua drone dari Lebanon, sementara media Israel mengkonfirmasi ledakan sebuah drone di pangkalan Sharaga, yang merupakan pangkalan utama Brigade Golani di utara Acre.
Dilaporkan bahwa serangan Hizbullah menewaskan sembilan orang Israel serta menjatuhkan sejumlah korban luka di Galilea dan Krayot, utara Haifa, sejak Kamis pagi.
Media Israel membincang tentang “hari yang sangat rumit di utara dengan akibat yang sangat mematikan”.
Saluran 14 Israel mengkonfirmasi tujuh orang tewas di Metulla di Galilee Atas akibat serangan rudal yang diluncurkan dari Lebanon, yang sebagian di antaranya tepat menimpa kerumunan tentara di Metulla.
“Hizbullah tidak hanya memiliki kemampuan, melainkan juga niat. Ketika mereka menembakkan rudal ke Metulla, mereka tahu persis di mana harus meluncurkannya, dan hasilnya sangat telak,” ungkap saluran tersebut.
“Tidak ada keraguan bahwa setelah kejadian hari ini, dan dengan adanya peristiwa ini, masyarakat di utara menyadari bahwa hal ini akan memerlukan waktu yang lama bagi mereka untuk kembali ke permukiman,” lanjutnya.
Menyusul jatuhnya rudal di Metulla, media Israel melaporkan bahwaorang-orang yang terluka akibat rudal Hizbullah dilarikan ke Rumah Sakit Rambam di Haifa.
Saluran 14 juga menyebutkan dua warga Israel tewas, dan dua lainnya terluka akibat serangan yang rudal jatuh di sebelah timur Krayot.
Media Israel juga melaporkan adanya serangan langsung di Faraam, dan tim penyelamat bergegas ke sana. (mm/raialyoum)