
Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah menyerang tiga kapal yang melanggar larangan Yaman bagi pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan di wilayah Palestina pendudukan (Israel).
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada Senin malam (29/10) mengatakan, “Kapal SC Montreal menjadi sasaran di Laut Arab selatan dengan dua pesawat tanpa awak.”
Dia menambahkan bahwa kapal lain, yang diidentifikasi bernama Maersk Kowloon, juga menjadi sasaran serangan di Laut Arab dengan rudal jelajah.
Dia juga menyebutkan, “Kapal Motaro menjadi sasaran di Laut Merah dan Bab al-Mandab dengan beberapa rudal balistik.”
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal telah diserang pada posisi sejauh 25 mil laut di selatan kota pelabuhan Laut Merah al-Mukha di Yaman barat daya.
Pasukan Yaman telah melakukan ratusan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan atau dari pelabuhan-pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina, selain menyerang sejumlah target yang tersebar di seluruh wilayah tersebut sejak Oktober tahun lalu.
Operasi tersebut dimulai setelah Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza, memperketat blokade terhadap wilayah pesisir tersebut, dan kemundian meningkatkan serangan terhadap Lebanon.
“Angkatan Bersenjata (Yaman) bersumpah untuk terus menegakkan blokade laut terhadap musuh dan melakukan serangan terhadap semua target yang terkait dengan musuh Israel di Palestina pendudukan,” tegas Saree.
Dia juga memastikan Angkatan Bersenjata Yaman “tidak akan berhenti sampai agresi (Israel) berakhir, blokade Gaza dicabut, dan serangan terhadap Lebanon dihentikan,” sambungnya.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Angkatan Bersenjata Yaman menggelar latihan perang yang mensimulasikan beberapa operasi tempur dengan sandi “Untuk Mempermalukan Wajah Israel.”
Dengan melibatkan angkatan laut dan darat Yaman, latihan itu dilakukan sebagai sarana untuk menyegarkan respon mereka terhadap kekejaman rezim Israel yang masih terus berlangsung. (mm/presstv)