London, LiputanIslam.com – Jurnalis senior Arab di London, Abdel Bari Atwan, dalam sebuah konten videonya yang ditayangkan di Youtube pada hari Jumat (25/10) menyatakan bahwa pasukan Zionis Israel keteteran dalam invasi daratnya di Lebanon selatan, tak menghasilkan prestasi apapun dalam memerangi kelompok pejuang Hizbullah, malah menanggung kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar, dan kemudian mengaku ingin menyudari perang.
“Israel sekarang berada dalam dilema yang sangat krusial, mendapat banyak kesulitan, menderita kerugian di berbagai medan pertempuran, tentaranya yang tewas mencapai ratusan, bukan puluhan. Hari ini saja, dalam 24 jam, atau 36 jam, Israel kehilangan 10 perwira dan prajuritnya, dan sedikitnya 24 tentara lainnya terluka akibat gempuran rudal presisi Hizbullah di front Lebanon,” ungkap Atwan.
Dia menjelaskan “Mereka tak dapat maju barang 10 meter di front ini, karena di situ terdapat para ksatria dalam arti yang sebenarnya, dan yang semua operasi militernya berada di bawah slogan ‘Labbaika, ya Nasrallah’, dan ini benar-benar merupakan pembalasan atas darah syuhada.”
Atwan menambahkan, “Israel sekarang tampil dengan pernyataan baru dan mengatakan, ‘Sekarang kami sudah memberantas struktur tertinggi Hizbullah, menghabisi Sinwar, dan sekarang adalah waktu yang kondusif untuk menyudahi perang di Lebanon dan Jalur Gaza.’ Ini dusta.”
Kepada Israel, Atwan menyoal, “Sebab, tujuan kalian (Israel) semula ialah memukul mundur Hizbullah sejauh 10 kilometer hingga ke seberang Sungai Litani. Pejuang resistensi itu sampai sekarang ada di tempat, lantas mana tujuan kalian? Kalian juga mengaku akan melucuti senjata Hizbullah. Apakah kalian sudah berhasil melucuti senjata Hizbullah? Apakah Hochstein (utusan AS) berhasil? Apakah semua konspirasi yang ada berhasil? Tak berhasil. Sekarang, para komandan Pasukan Ridwan (pasukan khusus Hizbullah) dan pasukan Hizbullah (secara umum) di Lebanon selatan, demi Allah, sangat pintar, dapat mengelola perang dengan manajemen yang belum pernah ada sebelumnya sama sekali.” (mm/railayoum)