Beirut, LiputanIslam.com – Hizbullah dalam beberapa operasi militernya pada hari Jumat (25/10) telah menghancurkan beberapa posisi tentara Zionis. Rudal Hizbullah menargetkan beberapa permukiman di Palestina pendudukan, sementara sirene terus meraung di sana. Tentara pendudukan mengakui lima perwiranya tewas dan enam lainnya terluka dalam pertempuran di wilayah selatan Libanon.
Negara Lebanon terbentengi oleh eksistensi Hizbullah di medan laga. Serangkaian operasi militer telah dilancarkan oleh Hizbullah terhadap sasaran dan situs pasukan pendudukan.
Mereka juga terus menghadang gerak maju tentara Israel di sepanjang perbatasan, dan menggempur situs-situs dan permukiman militer di utara dan dalam Palestina pendudukan.
Dalam beberapa pernyataan berturut-turut, Hizbullah menyatakan bahwa operasi tersebut antara lain menyasar 12 titik konsentrasi tentara pendudukan di wilayah utara pendudukan Palestina dan Lebanon selatan, dan mengumumkan penghancuran empat tank Merkava, yang mengakibatkan kematian dan cedera pada awaknya.
Hizbullah juga menegaskan pihaknya telah memaksa sebuah jet tempur dan drone Israel untuk meninggalkan wilayah udara Lebanon.
Hizbullah menggempur kota-kota Haifa, Nahariya, dan Safed, di utara wilayah pendudukan, serta pemukiman Karmiel dan Kiryat Shmona, dansejumlah lokasi dan barak tentara pendudukan, termasuk Pangkalan Logistik Sant Jane, Zuvulon Industri Militer, dan Pangkalan Nashrim.
Hizbullah juga melancarkan serangan drone kamikaze terhadap Barak Ramot Naftali dengan hantaman yang presisi, sementara sirene berbunyi di Hadera, Kaisarea, Galilea Atas, dan berbagai wilayah di wilayah pendudukan.
Serangan ke wilayah Israel terjadi pada saat Hizbullah gigih menghadang serangan darat Israel. Media Israel melaporkan pecahnya pertempuran sengit antara tentara Israel dan Hizbullah di distrik Aitaroun, Lebanon selatan, serta membicarakan adanya situasi sulit di utara, dan bahwa helikopter terbang bolak-balik tanpa berhenti menuju Ichilov dan rumah sakit Tel HaShomer.
Meskipun terjadi sensor media di pihak Israel, tentara pendudukan mengakui dua perwira dan tiga tentaranya tewas, dan enam tentara lainnya luka parah dalam pertempuran di Lebanon selatan, sehingga jumlah korban tewas tentara pendudukan menjadi 62 perwira dan prajurit sejak pecahnya konfrontasi di front utara.
Media Israel menyebutkan bahwa di antara korban tewas adalah seorang wakil komandan kompi, dan bahwa 19 tentara Israel terluka dalam satu hari.
Menurut media itu, Rumah Sakit Ziv di Safed menerima 29 tentara yang terluka akibat jatuh rudal dan intersepsi rudal dan drone yang diluncurkan dari Lebanon selatan.
Media itu juga mengungkapkan terjadinya kebakaran besar di pemukiman Kochav Yair di bagian tengah wilayah pendudukan, serta jatuhnya rudal di pemukiman Kiryat Yam di utara Haifa. (mm/alalam)