TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan bahwa 26 tentara Israel terluka selama 24 jam terakhir, dan sebagian besar dari mereka terluka dalam bentrokan di perbatasan dengan Lebanon.
Dilaporkan bahwa 23 dari 26 tentara itu terluka di perbatasan dengan Lebanon, sementara 3 lainnya di Gaza.
Hizbullah terus meningkatkan frekuensi tembakannya ke arah wilayah utara Palestina pendudukan, khususnya Haifa dan Safed, bersamaan dengan serangan terhadap konsentrasi tentara pendudukan dan pemukiman di garis depan di bagian selatan Lebanon.
Serangan itu dilakukan Hizbullah untuk mendukung keteguhan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan perlawanan para pejuangg Palestina, membela negara dan rakyat Lebanon, dan untuk membalas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah penduduk.
Tiga hari yang lalu, media Israel melaporkan bahwa drone Hizbullah menyerang sekelompok tentara Israel di perbatasan dengan Lebanon selatan, dalam sebuah insiden yang mereka sebut “berat” dan mengakibatkan 31 tentara terluka.
Pusat Komando Operasi Hizbullah dalam sebuah pernyataan beberapa hari yang lalu mengumumkan peralihan ke “fase baru, dan eskalasi dalam konfrontasi dengan Israel akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. ”
Hizbullah mencatat jumlah korban di pihak militer Israel sejak dimulainya operasi darat, yaitu sekitar 55 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka, termasuk perwira dan tentara, dan sebanyak 20 unit tank Merkava hancur. (mm/railayoum)