TelAviv, LiputanIslam.com – Tentara Israel pada Minggu malam (20/10) mengumumkan keterbunuhan seorang “komandan brigade” berpangkat kolonel, yang merupakan pengumuman pertama bagi perwira berpangkat ini, sejak dimulainya pertempuran darat di Jalur Gaza pada bulan Oktober 2023.
Tentara Israel dalam sebuah statemen singkat menyatakan, “Kolonel Ihsan Daqsa (41 tahun) terbunuh dalam salah satu pertempuran yang terjadi di Jalur Gaza utara. Dia adalah komandan Brigade 401.”
Ihsan Daqsa tercatat sebagai komandan brigade pertama berpangkat kolonel yang kematiannya diumumkan tentara Zionis dalam pertempuran di Jalur Gaza, yang menjadi sasaran perang genosida Israel dengan dukungan AS sejak 7 Oktober 2023.
Surat kabar swasta Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Kolonel Daqsa tewas akibat sebuah tank diledakkan oleh alat peledak dalam pertempuran di Jabalia, utara Jalur Gaza.
Pada tanggal 5 Oktober, tentara Israel memulai pemboman yang belum pernah terjadi sebelumnya di kamp dan kota Jabalia serta wilayah yang luas di Jalur Gaza utara.
Pada hari berikutnya, mereka mengumumkan invasi militer dengan dalih “mencegah gerakan Hamas mendapatkan kembali kekuasaannya di wilayah tersebut,” sementara pihak Palestina mengatakan bahwa Israel berupaya menggusur warga dan menduduki wilayah tersebut melalui pemboman, pelaparan, dan blokade ketat.
Dengan terbunuhnya Kolonel Daqsa, jumlah kematian di pihak militer Israel sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 749, sementara 4.995 orang terluka, di Gaza, Tepi Barat, dan di bagian utara Israel (dalam perang melawan Hizbullah di Lebanon selatan), menurut data dari militer Israel, yang bahkan oleh publik Israel sendiri dituduh menyembunyikan jumlah korban yang lebih besar.
Perang genosida Israel di Gaza mengakibatkan lebih dari 142.000 orang Palestina menjadi gugur dan terluka, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan kaum perempuan, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak, dalam salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. (mm/raialyoum)