AlQuds, LiputanIslam.com – Rumah Sakit Rambam Israel menyatakan bahwa sejak Kamis hingga Jumat pagi waktu setempat (18/10) pihaknya menerima 12 korban perang di pihak tentara Israel, dua di antaranya tewas dan berasal dari pasukan Golani.
Tentara Israel mengumumkan bahwa tiga tentara dalam formasi komando terluka parah pada Kamis malam dalam pertempuran di Lebanon selatan, dan bahwa seorang perwira di Brigade Golani terluka parah tadi malam dalam pertempuran di perbatasan Lebanon.
Tentara juga menyebutkan bahwa seorang prajurit Brigade Givati terluka parah dalam pertempuran yang terjadi di Jalur Gaza utara.
Sementara itu, lima orang gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan Israel di wilayah di Lebanon selatan, yang terkonsentrasi di provinsi Selatan dan Nabatieh.
Kantor Berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan bahwa serangan Israel menargetkan kota Joya, di distrik Tyre, di Kegubernuran Selatan, hingga mengakibatkan “tiga orang gugur dan sejumlah orang terluka,” dan “pekerjaan pembersihan puing-puing masih berlanjut. .”
NNA menambahkan bahwa “pesawat militer musuh” melancarkan serangan terhadap proyek Taj al-Din di distrik Mafraq Mafraq, kota Hadada, sekitar wilayah Al-Bass, Kafr Dounin, pinggiran kota Kafra, dan kawasan pertanian di distrik Tirus.
Menurut NNA, di Kegubernuran Nabatieh, tempat serangan udara terkonsentrasi, “dua orang gugur di kota Zararia di distrik Zahrani,” akibat serangan Israel yang menyasar gerbang Wadi Khalil.
Jet tempur Israel juga menyerang kawasan Al-Marwaniyah di Distrik Al-Zahrani dan pinggiran kota Shehin, serta kota Safad Al-Batikh, Baraashit, Beit Lev, Kafra, Yater, Hadada, Sarbin, dan daerah hilir Sungai Litani di luar Al-Buwayda, di Distrik Marjayoun di Kegubernuran Nabatieh. (mm/raialyoum)