Sanaa, LiputanIslam.com – Jet tempur AS dan Inggris telah membom Sanaa, ibu kota Yaman, dan beberapa daerah lain, di tengah suasana gelora solidaritas negara ini dengan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Lebanon yang berjuang melawan agresi brutal Israel.
Jaringan televisi Yaman al-Masirah melaporkan bahwa agresi AS dan Inggris menargetkan daerah al-Hafa dan Jirban di utara dan selatan ibu kota dengan enam serangan udara pada hari Kamis (17/10).
Al-Masirah juga melaporkan bahwa tempur AS dan Inggris menyerang kota Saada di barat laut Yaman serta daerah Kahlan dan al-Abla di timur kota itu.
Menurut Al-Masirah, militer AS menggunakan “pesawat pembom siluman B-2 untuk pertama kalinya dalam serangan udara di Yaman.”
Kantor berita resmi Yaman Saba Net melaporkan bahwa pesawat agresor AS dan Inggris melancarkan 15 serangan di ibu kota Sanaa dan provinsi Saada.
Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa serangan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat pengebom B-2, yang biasanya dikerahkan untuk menyerang wilayah yang dijaga ketat oleh sistem pertahanan udara.
Seorang sumber militer Yaman mengatakan kepada saluran TV Al-Mayadeen Lebanon bahwa serangan udara itu tidak mengenai depot senjata milik Ansarullah Yaman, dan tidak memengaruhi kemampuan mereka seperti yang diklaim oleh Pentagon.
Sumber tersebut mengatakan penggunaan pesawat pengebom siluman B-2 dalam serangan itu menunjukkan “kepanikan” di militer AS atas kemungkinan pesawat nirawaknya ditembak jatuh di wilayah udara Yaman, setelah beberapa pesawat nirawak MQ-9 ditembak jatuh oleh militer Yaman dalam beberapa bulan terakhir.
Sumber itu memastikan setiap pesawat atau senjata AS-Inggris yang digunakan untuk menyerang Yaman “tidak dapat menetralkan senjata strategis yang telah disiapkan dan terus dipersiapkan serta dikembangkan oleh tentara Yaman.”
Dia menambahkan bahwa serangan terhadap Yaman tidak akan berhasil memaksa tentara Yaman untuk menghentikan dukungannya terhadap Gaza dan Lebanon. (mm/presstv)