
Teheran, LiputanIslam.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penemuan jenazah Brigjen Abbas Nilforoushan, yang gugur akibat serangan udara agresi Israel di Beirut, ibu kota Lebanon, pada akhir bulan lalu.
Kantor Humas IRGC mengumumkan perkembangan tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (11/10), dengan menyebutkan bahwa jenazah Nilforoushan telah ditemukan di Dahiyeh, di pinggiran selatan Beirut.
IRGC menyebut Nilforoushan sebagai salah satu “penasihat senior” dari IRGC dan seorang prajurit yang “teguh dan intelektual”, yang telah gugur syahid akibat “kekejaman rezim Zionis yang haus darah.”
IRGC menyampaikan belasungkawa kepada front perlawanan regional anti-Israel dan para komandan penyintas atas kesyahidan Nilforoushan, dan akan segera mengumumkan tanggal pemindahan jenazahnya ke Iran serta prosesi, yang akan diadakan untuk menghormatinya, sebelum kemudian upacara pemakamannya.
Nilforoushan gugur akibat dahsyatnya serangan udara Israel di Dahiyeh, yang juga menggugurkan Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah.
Iran membalas pembunuhan tersebut pada tanggal 1 Oktober dengan menembakkan 200 rudal balistik ke sasaran militer dan intelijen yang sensitif di seluruh wilayah Palestina pendudukan.
Pembalasan tersebut yang dilancarkan dalam operasi bersandi True Promise II (Janji Setia II) itu, menimbulkan kehancuran parah pada sasaran yang mencakup markas besar badan mata-mata rezim Mossad, pangkalan udara rezim Nevatim yang menampung pesawat tempur F-35, dan pangkalan Hatzerim yang digunakan dalam pembunuhan Syahid Nasrallah. (mm/alalam/presstv)