Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menggempur kota Haifa di wilayah pendudukan Palestina dan sekitarnya dengan puluhan rudal.
Dalam sebuah stetemen, Hizbullah menyatakan, “Kami membom kota Haifa dan Krayot dengan salvo rudal besar untuk mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza, untuk mendukung perlawanan mereka yang gagah berani, dan untuk membela Lebanon dan rakyatnya.”
Media Israel melaporkan lebih dari 105 rudal telah diluncurkan dari Lebanon menuju Haifa dan sekitarnya.
Sumber-sumber Israel menyebut serangan itu sebagai “yang terbesar sejak dimulainya perang.” Sirene membahana di Haifa, Krayot (blok pemukiman)dan sekitarnya setelah puluhan roket ditembakkan ke wilayah tersebut.
Pernyataan Wasekjen Hizbullah
Serangan itu dilakukan bersamaan dengan beredarnya video pernyataan Wasekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem.
Syeikh Naim Qassem dalam pernyataan itu menegaskan Hizbullah akan “terus berjuang, berkorban dan maju”.
Dia memastikan bahwa Hizbullah masih sangat solid, dengan mengatakan, “Komando, kendali dan administrasi Hizbullah dan resistensi tertata cermat sebagaimana biasanya dalam Hizbullah.”
Dia menambahkan, “Fasilitas kami baik-baik saja, dan apa yang dikatakan oleh musuh (Israel) bahwa mereka telah menjangkau fasilitas kami adalah ilusi belaka. Para pejuang kami solid di front.”
Korban di Israel
Media Israel mengumumkan bahwa 12 pemukim Zionis terluka akibat serangan roket yang ditembakkan dari Lebanon ke kota Haifa di wilayah utara Palestina pendudukan.
Channel 12 Israel mengatakan bahwa 12 orang terluka, yang mereka klaim “kecil” di Haifa dan Krayot, setelah serangan rudal dari Lebanon.
Ambulan Israel mengkonfirmasi, “Dua belas orang terluka akibat penembakan roket selama dua jam terakhir di Haifa dan teluknya.”
Media Israel melaporkan bahwa Hizbullah Lebanon menembakkan 105 rudal ke arah Haifa dan Krayot dalam waktu setengah jam.
Sejak 23 September lalu,Israel memperluas cakupan genosida yang mereka lakukan di Gaza sejak 7 Oktober 2023, hingga mencakup sebagian besar wilayah Lebanon, termasuk ibu kota, Beirut, melalui serangan udara dengan kekerasan dan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta memulai serangan darat ke wilayah selatan Lebanon.
Menurut angka resmi, 2.044 orang menjadi gugur dan 9.678 orang terluka di Lebanon sejak dimulainya agresiIsrael terhadap Lebanon pada 8 Oktober 2023.
Hizbullah merespon agresi Israel dengan meluncurkan rudal, drone, dan peluru artileri yang menargetkan situs militer dan pemukiman di seluruh wilayah pendudukan Palestina.
Serangan dari Irak
Sementara itu, kelompok Perlawanan Islam Irak (IRI) mengumumkan pihaknya telah melakukan lima operasi serangan ke lima target di bagian tengah dan utara pendudukan Palestina, dengan menggunakan rudal jelajah Arqab “yang telah dikembangkan” dan drone. IRI memastikan akan terus meningkatkan serangan terhadap Israel. (mm/alalam)