Teheran, LiputanIslam.com – Ketua parlemen Iran Dewan Permusyawaratan Islam, Muhammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa daya deterensi Iran telah mencapai tingkat yang tidak akan membiarkan adanya agresi terhadapnya, dan negara republik Islam ini mampu menghadapi segala ancaman.
Dalam pernyataannya pada hari Selasa (8/10), Ghalibaf menambahkan, “Tentu saja, misi kita semua di Republik Islam Iran adalah membangun keamanan yang berkelanjutan, dan negara kita telah mampu, sejak kemenangan Revolusi Islam hingga saat ini, mencapai tujuan menyiapkan pelaksanaan tanggung jawab utama dan mendasar ini dalam segala keadaan, seperti periode konfrontasi dengan kelompok munafik ateis serta perang yang dilancarkan oleh rezim Baath di Irak terhadap Iran, dan berbagai peristiwa lainnya.”
Ketua Parlemen Iran juga mengatakan, “Kami sama sekali tidak bermaksud menyerang suatu negara, dan tidak mencari kekacauan di mana pun, namun kemampuan pencegahan kami telah mencapai tingkat yang tidak memungkinkan adanya agresi terhadap negara kita, dan siapa pun yang bermaksud melakukannya maka lihatlah respon kami dalam Janji Setia I dan Janji Setia II.”
Senada dengan ini, Menlu Iran Abbas Araghchi memperingatkan rezim Zionis Israel agar tidak menguji tekad Teheran.
Dia mengatakan bahwa Tel Aviv sepenuhnya menyadari rudal Iran dapat menjangkau berbagai target di wilayan pendudukan Palestina.
Pada konferensi bertema“Badai Al-Aqsa; Awal Mula Pertolongan Allah” Teheran, di ibu kota Iran, Selasa, Araghchi menekankan bahwa Badai Al-Aqsa yang dilancarkan oleh Hamas terhadap entitas pendudukan pada bulan Oktober tahun lalu, “tidak diragukan lagi telah membawa pengalaman pahit bagi rezim Zionis dan menimbulkan kekalahan besar padanya.”
Dia kemudian mengingatkan Israel dengan mengatakan, “Kami memberi tahu rezim Zionis untuk tidak menguji tekad Iran, karena setiap serangan terhadap Iran akan ditanggapi dengan respon yang lebih kuat dari sebelumnya.”
Araghchi juga mengatakan, “Kami memantau dan menganalisis setiap gerakan dengan cermat, dan kami tidak terburu-buru atau ragu untuk memberikan respon….. Musuh kita tahu target di dalam rezim Zionis yang berada dalam jangkauan kami. Dan mereka telah melihat kekuatan rudal kami dengan mata kepala mereka sendiri.” (mm/alalam/presstv)