Teheran, LiputanIslam.com – Iran mengaku menggunakan rudal hipersonik Fattah 1 untuk pertama kalinya dalam serangan badai rudalnya ke tanah Palestina pendudukan (Israel).
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggunakan rudal hipersonik Fattah 1, yang dapat mengatasi perisai pertahanan udara berkat kecepatan hipersoniknya dalam serangan rudal ke Israel pada Selasa malam (1/10).
“Untuk pertama kalinya, IRGC menghancurkan perisai rudal yang memandu radar dan rudal Arrow 2 dan 3, menggunakan rudal hipersonik Fattah,” ungkap televisi Iran.
Rudal Fattah merupakan rudal balistik hipersonik Iran pertama yang diresmikan oleh IRGC pada 6 Juni 2023 di hadapan mendiang Presiden Sayid Ibrahim Raisi.
Iran memastikan serangannnya menjatuhkan korban jiwa, kerusakan material, dan penutupan wilayah udara, sementara jutaan warga Israel bergegas ke tempat perlindungan dan sirene membahana di seantero wilayah pendudukan Palestina.
Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran melakukan “kesalahan besar” dengan membom dengan rentetan rudal balistik, dan mengancam bahwa Iran akan “membayar akibat” atas pemboman ini.
Netanyahu bersumbar, “Rezim Iran tidak memahami tekad kami untuk membela diri dan membuat musuh kami menanggung akibatnya… Tampaknya ada orang-orang di Teheran yang tidak memahami hal ini. Mereka akan memahami hal itu… Siapapun yang menyerang kami, kami akan menyerangnya.”
Pada Selasa malam, para pejabat Israel lainnya juga bersumbar bahwa Iran akan “membayar mahal”. (mm/raialyoum)