Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah melepaskan rudal balistik ke arah Tel Aviv. Media Israel pada dini hari Jumat (27/9) waktu setempat mengklaim bahwa pertahanan udara telah mencegat rudal itu sebelum mendarat.
Hingga berita ini disusun, belum ada laporan lebih rinci mengenai serangan tersebut, namun beberapa video yang beredar di media memperlihatkan banyak kendaraan berhenti di tengah jalan di Tel Aviv, sementara para pengendaranya tampak panik dan berusaha berlindung dengan cara merebahkan tubuh di atas trotoar di tengah pekikan suara sirene.
Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidato mingguannya pada hari Kamis (26/9) menyatakan pihaknya tidak kendur dalam menyokong Lebanon dan Hizbullah di tengah eskalasi konfrontasi antara Hizbullah dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Dia juga menjelaskan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon merupakan aksi yang sudah direncanakan sebelumnya, dan bukan sekedar aksi spontan dan darurat yang dilakukan untuk menyudahi aksi Hizbullah membela rakyat dan pejuang Palestina di Gaza.
Berikut ini adalah petikan pidatonya;
Tujuan Israel dalam eskalasi agresinya terhadap Lebanon jelas, yaitu mencegah Hizbullah menyokong bangsa Palestina dan Gaza. Tujuan ini sama sekali tak akan pernah tercapai. Pendirian Hizbullah adalah pendirian yang fundamental, agamis, manusiawi dan etis.
Di saat yang sama, pendirian itu juga demi kepentingan Lebanon. Sebab, jika musuh, Israel, berhasil mewujudkan tujuannya di kancah Palestina, dapat menumpas para pejuang di Palestina, dan menjadi leluasa pasca Palestina maka negara dan bangsa pertama yang akan dijadikan target (selanjutnya) oleh Israel ialah bangsa Lebanon.
Israel memiliki tujuan-tujuan dan ketamakannya sendiri. Rekam jejaknya juga sudah diketahui banyak orang dalam serangan dan pendudukannya atas Lebanon hingga mencapai Beirut, serta kejahatan bengis yang pernah mereka lakukan terhadap bangsa Lebanon dan di Lebanon. Masalah ini sudah masyhur.
Karena itu, ketika kita merenungkan apa yang terjadi di tengah eskalasi ini, baik dalam operasi pengecut di mana Israel menyalah gunakan fasilitas sipil untuk menyerang orang-orang Lebanon, Hizbullah dan non-Hizbullah, maupun dalam operasi serangan udaranya yang membabi buta dan jahat…
Agresi bengis yang mereka lancarkan dalam beberapa hari terakhir ini, kita melihatnya bukan sebatas kondisi darurat di mana Israel memilihnya sebagai reaksi atas dukungan Hizbullah kepada bangsa Palestina, melainkan memang sudah direncanakan dan diatur sebelumnya.
Ini berarti bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Israel sudah menyiapkan agresi terhadap Lebanon dan serangan terhadap bangsa Lebanon dan Hizbullah. Mereka mengadakan persiapan untuk itu di semua tingkatan dari segi informasi (intelijen), lini penargetan, dan pengadaan komponen yang diperlukan.
Sejak November 2023, Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan puluhan serangan dengan rudal dan drone terhadap kapal komersial di Laut Merah dan Laut Arab, yang mereka anggap terkait dengan Israel atau menuju pelabuhannya. Selain itu, mereka juga telah berulang kali menyerang kedalaman wilayah Israel, terutama kota Eilat di selatan Palestina pendudukan.
Serangan itu mereka lakukan demi membela warga Palestina di Gaza.
Sayid Al-Houthi dalam pidatonya pada hari Kamis juga mengatakan, “Hizbullah berada dalam kohesi penuh, dan realitasnya lebih kuat dari sebelumnya , dan Zionis pasti mengingat apa yang terjadi pada mereka pada tahun 2006, dan apa yang akan terjadi kali ini mungkin lebih dari itu.”
Dia juga mengatakan, “Operasi darat agresif (Israe) di Lebanon akan menimbulkan kerugian besar bagi musuh ini, dan akibat pastinya akan menjadi kekalahan besar bagi mereka. ” (mm/alalam/raialyoum)