Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataannya yang dimuat di situs berita Al-Alam pada dini hari Jumat (27/9) mengumumkan keterbunuhan Mohammad Hossein Sarur, salah satu komandan militernya, oleh serangan udara Israel.
Menurut Pusat Informasi Perang Perlawanan Islam Lebanon, Hizbullah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa Mohammed Hossein Sarur alias Haj Abu Saleh “telah gugur syahid dalam perjalanan menuju Al-Quds”.
Sarur adalah penduduk kota Eita al-Shaab di Lebanon selatan kelahiran tahun 1973. Pada hari Kamis, Radio Tentara Zionis merilis sebuah video yang mengklaim bahwa Mohammed Sarur, kepala unit infanteri Hizbullah Lebanon, terbunuh dalam serangan di Beirut.
Radio Tentara Israel juga mengklaim bahwa operasi pembunuhan ini dilakukan dengan pesawat jet tempur siluman F-35 di dekat lokasi pembunuhan Ibrahim Agil, salah satu komandan senior Hizbullah, di Beirut.
Sementara itu, Hizbullah membom Acre dan Teluk Haifa dengan puluhan rudal. Media Israel melaporkan bahwa serangan ke Acre telah membuat deretan pemukiman di Galilea Atas dan Dataran Tinggi Golan dalam bersiaga tinggi akibat kontinyuitas serangan.
Hizbullah juga mengebom Safad di wilayah Amiad dengan rudal yang tidak dapat dicegat oleh Iron Dome, dan bahkan berhasil mengecohnya dan mencapai tujuan tanpa menyebabkan sirene berbunyi di wilayah sasaran.
Media Israel, yang cenderung menyembunyikan sebagian besar fakta karena sensor militer, terpaksa mengakui jatuhnya 45 rudal yang melintasi wilayah Lebanon, sebuah pengakuan yang disertai dengan seruan agar satu juta pemukim tetap berada di dekat tempat perlindungan dan tempat-tempat yang dibentengi.
Mujahidin Hizbullah juga menggempur pemukiman Kiryat Motzkin dan kompleks industri militer Perusahaan Rafael di daerah Zuvulon, sebelah utara kota Haifa, dengan salvo rudal.
Hizbullah juga membom pemukiman Kiryat Shmona dengan rudal Falaq 2, sementara unit pertahanan udaranya menghadapi dua jet tempur musuh yang datang dari laut menuju Adloun dengan senjata pertahanan udara dan memaksa mereka meninggalkan wilayah udara Lebanon.
Hizbullah juga melancarkan operasi lain di mana mereka menargetkan pusat amunisi besar yang melayani wilayah utara di pangkalan Nimra miik tentara musuh Israel di wilayah utara Palestina pendudukan.
Operasi itu memaksa Israel untuk mengakuinya setelah Hizbullah menerbitkan dokumentasi video penargetan tersebut. Hizbum juga membom pemukiman Ahihud dengan 50 rudal.
Hizbullah juga melancarkan serangan dengan satu skuadron drone kamikaze ke pangkalan Samson, yang merupakan pusat komando dan satuan penyiapan logistik regional, dengan sasaran lokasi dan pemukiman para perwira dan tentaranya serta tepat mengenai sasarannya.
Jumlah serangan Israel pada hari Kamis mencapai 115 di berbagai wilayah di Lebanon, dan mengakibatkan 40 orang tewas dan 81 orang terluka, menurut data berturut-turut yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon dan dilaporkan oleh Unit Manajemen Risiko Bencana pemerintah dalam pernyataan hariannya. (mm/alalam/raialyoum)