Teheran, LiputanIslam.com – Sayid Hassan Khomaini, cucu pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini, dalam suratnya kepada Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, menyatakan kesiapannya berperang bersama Hizbullah demi membela Islam dan melawan pasukan Zionis Israel.
Dalam surat itu Sayid Hassan Khomaini mengapresiasi para pejuang Lebanon yang disebutnya “kebangggan bagi setiap Muslim dan bagi setiap orang yang merdeka”.
“Kesyahidan dalam pandangan Imam Khomaini adalah seni para ksatria di jalan Allah, dan kini, wahai Anda sekalian telah menghiasi diri dengan seni keteguhan dan resistensi di hadapan orang-orang yang menjadi representasi nyata dari keburukan dan kejahatan,” ungkap Sayid Hassan Khomaini dalam surat tersebut.
Dia menambahkan, “Orang-orang yang tak mengerti kecuali bahasa kekuatan dan tak berprikemanusiaan sama sekali, dan kini mendapat dukungan total dari pemerintah negara-negara Barat, melakukan segala bentuk aksi kekerasan dan kriminal, sementara pemerintah negara-negara Arab pun diam secara memalukan, dan pemerintah negara-negara Timur juga hanya menonton secara memalukan.”
Sayid Hassan Khomaini menilai keteguhan Hizbullah di Lebanon dan para mujahidin Palestina di Gaza sebagai “tolok ukur kebenaran dan simbol tiada taranya bagi kehormatan dan kebebasan”.
“Sungguh, bukankah lisan dan pena yang tetap bungkam, dan senjata yang masih tetap mendekam dalam sarungnya sekarang, dan tidak membela hak dan ketertindasan kalian, pasti akan gelisah dan hina pada hari kiamat?!” tulis Sayid Hassan dalam surat tersebut.
Dia kemudian menegaskan, “Saya, sebagaimana segenap putra ruhani Khomaini nang agung, dengan rasa bangga menyatakan kepada Anda, wahai Saudara mujahidku, bahwa saya siap memberikan segala bentuk pengabdian untuk membela Islam dan di jalan jihad melawan entitas palsu Zionis, dan siap bersama Anda di kubu mana pun yang Anda pandang perlu, agar saya mendapat keberuntungan yang besar bersama Anda, insya Allah.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Rabu memperingatkan bahwa Timur Tengah saat ini berada “di ambang bencana total,” dan menekankan bahwa Iran akan mendukung Lebanon “dengan segala cara” jika Israel meningkatkan intensitas serangan militernya terhadap Hizbullah.
Araqchi di PBB menegaskan, “Kawasan (Timteng) berada di ambang bencana total. Jika bencana ini tidak segera diakhiri, dunia akan menghadapi konsekuensi tragis.” Dia lantas menekankan bahwa negaranya “akan mendukung rakyat Lebanon dengan segala cara.”
Bersamaan dengan ini, faksi pejuang Brigade Hizbullah Irak di hari yang sama menyerukan kepada semua faksi pejuang pro-Iran untuk “meningkatkan volume operasi dan ancaman mereka” terhadap Israel, sementara tentara Israel terus mengebom apa yang diklaimnya sebagai target-target Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon.
Abu Ali Al-Askari, juru bicara Brigade Hizbullah Irak, menyatakan, “Kami berharap faksi perlawanan Islam di Irak yang mendukung Palestina dan Lebanon akan meningkatkan volume operasi mereka serta tingkat ancaman mereka terhadap musuh agar menjadi lebih menyakitkan dalam perang yang kompleks ini.” (mm/alalam/raialyoum)