Beirut, LiputanIslam.com – Media Israel pada Senin malam (23/9) melaporkan bahwa tentara Israel melancarkan gelombang serangan baru di kedalaman wilayah Lebanon, sementara laporan lain menyebutkan jumlah korban serangan udara Israel sejauh ini telah menggugurkan sebanyak hampir 500 orang.
Saluran swasta Channel 12 Israel menyatakan: “Tentara Israel melancarkan gelombang serangan baru jauh ke dalam Lebanon,” tanpa rincian lebih lanjut.
Kantor Berita resmi Lebanon pada Senin malam memberitakan bahwa pinggiran kota Mifidoun, kota Zawtar di timur, dan ketinggian Jabal al-Rayhan di selatan negara itu menjadi sasaran serangan udara Israel.
Tentara Israel menyatakan bahwa Kepala Staf Herzi Halevy menamai operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Hizbullah sebagai “Panah dari Utara.”
Sebelumnya pada Senin malam, juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan bahwa jet tempur Israel melancarkan 1.300 serangan terhadap sasaran Hizbullah di seluruh Lebanon.
Sejak Senin pagi, tentara Israel melancarkan gelombang serangan paling kejam, terluas dan paling intensif di Lebanon dalam konfrontasinya dengan Hizbullah yang dimulai sejak sekira setahun lalu.
Gelombang serangan udara itu menggugurkan sedikitnya 492 orang dan melukai 1.645 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, menurut jumlah korban sementara yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari menyatakan tidak tertutup kemungkinan akan adanya serangan darat ke Lebanon. “Kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk memulangkan penduduk wilayah utara ke rumah mereka,” ujarnya.
Hagari menambahkan, “Masih banyak tugas yang harus kami selesaikan. Kami memiliki sandera yang ditahan di Gaza dan kami harus mengembalikan mereka serta memastikan keamanan warga Israel.”
Surat kabar Israel Haaretz mengutip pernyataan tentara Israel bahwa Hizbullah telah meluncurkan 210 rudal dari Lebanon menuju Israel sejak Senin pagi. (mm/raialyoum)