Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan petingginya yang bernama Ali Karaki selamat dari sergapan maut setelah sumber keamanan mengatakan bahwa dia menjadi sasaran dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa jam setelah serangan udara terhadap sebuah markas Hizbullah di dekat Beirut, kelompok ini pada hari Senin malam (23/9), menyatakan Ali Karaki “baik-baik saja,” dan “telah pindah ke tempat yang aman.”
Pada Senin malam, tentara Israel mengumumkan pelaksanaan operasi serangan masif di Beirut, dan media Israel melaporkan bahwa serangan itu menyasar lingkungan Madi, Haret Hreik, dan Bir al-Abd di pinggiran selatan Beirut.
Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa serangan Israel di Beirut membidik orang nomor tiga Hizbullah Ali Karaki.
Media memberitakan bahwa Ali Karaki dan Talal Hamiyah pada Sabtu, 21 September, telah dipilih untuk memimpin operasi militer Hizbullah pada tahap selanjutnya.
Menurut sumber-sumber Israel, Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menunjuk Ali Karaki untuk menggantikan Fouad Shukr, yang terbunuh dalam serangan Israel Juli lalu.
Karaki adalah komandan Front Selatan Hizbullah, dan Tel Aviv berusaha membunuhnya pada Februari 2024 dengan mengebom sebuah mobil di kota Nabatieh, namun dia tidak ada dalam mobil yang menjadi sasaran.
Karaki dianggap sebagai tokoh yang dominan dan berkuasa dalam perang melawan Israel karena bertanggung jawab atas sektor selatan, tempat sebagian besar pejuang Hizbullah tersebut berasal.
Karaki dianggap sebagai komandan militer berpangkat tertinggi di partai tersebut, dan dia juga merupakan anggota Dewan Jihad, sayap militer dan keamanan Hizbullah.
Adapun Talal Hamiyah adalah orang yang menjabat sebagai komandan Unit 910 , yang merupakan unit operasi dan serangan eksternal Hizbullah.
Menurut Kemlu AS, Talal Hamiyah, yang juga dikenal sebagai Ismat Mizrani, adalah kepala Organisasi Keamanan Eksternal Hizbullah, yang mengorganisir sel-sel di seluruh dunia.
Intensitas konfrontasi Israel dengan Hizbullah meningkat dengan level dan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak minggu lalu, menyusul serangkaian pemboman pada hari Selasa dan Rabu pekan lalu, yang mempengaruhi ribuan perangkat komunikasi yang digunakan oleh anggota Hizbullah, dan menggugurkan 39 orang dan melukai 2.931 orang, menurut kepada Kementerian Kesehatan Lebanon.
Hizbullah juga mendapat serangan sengit pada hari Jumat ketika Israel mengebom sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut yang menjadi tempat pertemuan pimpinan Pasukan Radwan, unit elitnya. Serangan ini mengakibatkan kematian sekitar 50 orang, termasuk dua komandan militer terkemuka dan sejumlah orang yang mengawal keduanya.
Intensitas pemboman Israel di Lebanon meningkat pada hari Senin, ketika Israel melakukan sekitar 100 serangan di kota-kota selatan. Pemboman tersebut juga menyasar wilayah Bekaa dan kota Jbeil untuk pertama kalinya. (mm/raialyoum)