Damaskus, LiputanIslam.com – Sumber keamanan Eropa mengungkapkan kepada TV Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon bahwa “serangan yang diarahkan oleh Hizbullah terhadap Unit 8200 di Glilot dan pangkalan Ein Shemer mencapai kesuksesan besar.”
Sumber tersebut menyatakan bahwa serangan pada 25 Agustus dalam operasi pembalasan bersandi “Arbain” itu menyebabkan sejumlah kematian dan cedera dari unit intelijen Israel 8200.
“Jumlah korban tewas di Glilot dan Ein Shemer mencapai 22 orang, dan jumlah korban luka mencapai 74 orang,” ujarnya.
Sementara itu, saluran 13 TV Israel melaporkan, “Drone Hizbullah merupakan tantangan utama bagi pertahanan udara, dan mereka mencapai target tanpa ada kemampuan (Israel) untuk mencegatnya.”
Saluran itu menambahkan, “Kami melihat lebih dari seribu drone diluncurkan ke arah utara sejak awal perang hingga sekarang.”
Dalam peristiwa terbaru, sirene berturut-turut dibunyikan di Galilee Atas dan Barat serta Golan Suriah bersamaan dengan pelaksanaan operasi enam operasi militer Hizbullah sejak dini hari Jumat.
Menanggapi serangan dan pembunuhan yang dilakukan oleh pendudukan Zionis di kota Kfarjoz, Hizbullah antara lain membom pangkalan pertahanan udara rudal utama Komando Wilayah Utara di Barak Berea.
Sementara itu, mantan komandan wilayah utara tentara Israel, Yossi Bild, mengatakan kepada saluran Israel Kan bahwa apa yang terjadi saat ini di utara adalah “kemenangan strategis yang luar biasa bagi Hizbullah.”
Dia juga menekankan bahwa jika Israe tidak tegas dalam melaksanakan keputusannya, dengan atau tanpa penyelesaian, maka “kami tidak akan tinggal di sini.”
Laporan lain menyebutkan bahwa AS “tidak ingin berperang di wilayah utara, dan berupaya mencegahnya dengan cara apa pun.”
Analis urusan politik untuk Channel 12 Israel, Dana Weiss, mengatakan bahwa AS menyampaikan pesan pada tingkat politik di Israel dengan mengatakan; “Jangan melakukan petualangan seperti ini, jangan memulai perang di utara, itu akan memiliki harga yang sangat tinggi.” (mm/almayadeen/alalam)