Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran telah memanggil kepala misi diplomatik Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda di Teheran untuk memprotes “pernyataan yang tidak membangun” oleh keempat negara Eropa ini terhadap Iran.
Kemlu memanggil diplomat Eropa tersebut secara terpisah pada hari Kamis (12/9) terkait tuduhan pemerintah mereka bahwa Iran mentransfer rudal balistik ke Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina, hingga kemudian dilakukan penjatuhan sanksi baru terhadap Iran.
Majid Nili, dirjen departemen kementerian itu untuk urusan Eropa Barat, mengajukan protes Iran dan mengutuk keras “pernyataan dan tindakan yang merusak” oleh keempat negara Barat tersebut.
“Kegigihan untuk mengambil posisi dan langkah tersebut terlihat sejalan dengan berlanjutnya kebijakan permusuhan Barat terhadap rakyat Iran, yang tentu saja akan mendapat tanggapan yang tepat dari Republik Islam Iran”, katanya.
Pejabat Kemlu Iran itu menegaskan kembali sikap Iran atas perang Ukraina, – yang menurut pejabat Iran berupaya mencapai penyelesaian damai atas konflik tersebut – dengan mengatakan bahwa tuduhan apa pun tentang pengalihan rudal balistik Iran ke Rusia “sama sekali tidak berdasar dan salah”.
Dia menyebutkan bahwa AS dan beberapa sekutu Eropanya berbicara tentang perdamaian dan keamanan, sementara mereka menjadi sumber ketegangan di dunia melalui penjualan senjata mematikan termasuk kepada rezim Zionis Israel.
Para diplomat Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda berjanji untuk menyampaikan protes Iran kepada pemerintah mereka.
Pada hari Selasa, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada 20 individu, entitas, dan kapal Iran atas keterlibatan dalam dugaan transfer rudal balistik jarak pendek ke Rusia.
Inggris, Prancis, dan Jerman juga telah mengumumkan bahwa mereka “akan mengambil langkah segera untuk membatalkan layanan udara bilateral dengan Iran”, sementara mereka “juga akan berupaya menjatuhkan sanksi terhadap Iran Air.” (mm/irna)