Beirut, LiputanIslam.com – Untuk memenuhi ancamannya, kelompok perlawanan Islam di Lebanon, Hizbullah, mencantumkan pemukiman baru, Rosh Hanikra, di wilayah utara Palestina pendudukan ke dalam daftar target serangannya, dan membomnya untuk pertama kalinya sebagai tanggapan atas gencarnya serangan Israel terhadap desa-desa dan warga sipil di Lebanon selatan.
Dilaporkan saluran al-Alam pada hari Kamis (12/9), Hizbullah membom pemukiman Metzova, menyerang pangkalan Nahal Gershom dengan sejumlah drone serang, dan menyasar lokasi para perwira dan tentaranya.
Hizbullah juga menggempur posisi artileri pasukan pendudukan di utara pemukiman Ein Yaqoub dengan senjata roket, dan dengan peluru artileri berat serta senjata yang sesuai, serta menyerang situs Bayad Blida dan Al-Malikiyah, hingga mengenanya secara langsung.
Tentara rezim pendudukan mengaku memantau peluncuran 15 roket dari Lebanon dan ledakannya di Galilee Barat, dan menyebutkan terjadi kebakaran di banyak tempat.
Media Israel melaporkan upaya pertahanan udara Israel mencegat rudal yang diluncurkan dari Lebanon, serta terdengar suara sirene di lebih dari 15 pemukiman. Dewan Galilee Atas mengaku telah memantau ledakan sejumlah drone di Ramot Naftali di Galilee Atas.
Setelah pengunduran diri kepala divisi intelijen di entitas pendudukan, komandan unit intelijen 8200, Brigjen Yossi Shariel, menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada kepala staf militer pendudukan, dan ini oleh media Israel digambarkan sebagai gempa bumi yang menyerang tentara.
Mayjen Itzhak Brik dari Pasukan Cadangan Angkatan Darat menyatakan bahwa ketika Israel akan memulai serangan darat ke Lebanon, Hizbullah akan mulai menembakkan ribuan roket.
Brik memperingatkan bahwa pasukan Israel mungkin akan menghancurkan Beirut, tapi Hizbullah akan melakukan hal yang sama di Gush Dan dan Teluk Haifa.
Jenderal Purnawirawan Yair Golan menyatakan bahwa wilayah utara sedang runtuh dan tidak ada keamanan atau rehabilitasi, dan bahwa yang ada hanyakan pengabaian total oleh pemerintah terhadap entitasnya.
Situs web ekonomi Calcalist mengungkapkan bahwa 40% perusahaan teknologi yang berada di pemukiman di bagian utara Palestina sedang mempertimbangkan untuk pindah akibat kontinyuitas serangan dari Lebanon.
Israel sendiri juga terus melakukan serangan dan penembakan artileri ke daerah-daerah di Lebanon selatan, dan satu drone Israel terjatuh ketika hendak menjatuhkan bom pembakar dan menyulut kebakaran. (mm/alalam)