Beirut, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah Lebanon telah menembakkan sekitar 100 roket ke wilayah utara sejak Rabu pagi, dan terjadi kerusakan di permukiman di Galilee Atas akibat jatuhnya roket.
Dalam siaran persnya, Rabu malam (11/9), tentara Israel mengatakan,“Beberapa waktu yang lalu, jet-jet tempur Angkatan Udara menyerang beberapa infrastruktur militer milik organisasi Hizbullah di wilayah Al-Khoriba, selatan Lebanon, di bawah instruksi komandan wilayah utara.”
Disebutkan pula bahwa jet tempur juga menyerang Hizbullah di wilayah Hawla, Aita al-Shaab, dan Maruhin di Lebanon selatan.
Militer Israel juga menjelaskan, “Setelah peringatan yang diaktifkan pada pukul 17:11 (waktu setempat) di wilayah Arab al-Aramsha (di Galilee Barat), teramati sekitar 30 rudal ditembakkan dari wilayah Lebanon dan jatuh di area terbuka , dan tidak ada korban jiwa.”
Militer Israel menambahkan: “Setelah peringatan yang diaktifkan pada pukul 18:15 (waktu setempat) di daerah Metat (di Galilea Atas), sekitar 10 roket ditembakkan dari Lebanon.”
Militer Israel menyebutkan terjadi kerusakan di pemukiman Matat akibat jatuhnya sejumlah roket, sedangkan sisanya jatuh di area terbuka, tanpa ada korban jiwa.
Di sisi lain, radio militerIsrael menyebutkan pihaknya mencatat peluncuran sekitar 100 rudal dari Lebanon menuju Israel sejak Rabu.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel, yang menyebabkan seorang tentara Israel terluka parah pada hari Rabu, akibat jatuhnya rudal anti-baja di Israel utara.
Tiga orang gugur dan dua terluka di pihak Lebanon pada hari Rabu, menurut kantor berita resmi, sementara Hizbullah mengumumkan dua anggotanya gugur akibat serangan Israel.
Hizbullah juga mengaku telah melancarkan sembilan operasi serangan “dengan misil dan senjata yang sesuai” terhadap posisi-posisi militer di utara Israel, termasuk barak Zebedin di ladang Shaba’a, Qa’ida Abirim, dan Warisat al-Qarn dan Metula.
Sejak tanggal 8 Oktober lalu, Hizbullah dan Israel terlibat aksi saling membom setiap hari dan melintasi Garis Biru yang memisahkan. Pertempuran ini mengakibatkan ratusan korban jiwa dan luka, yang sebagian besarnya berada di pihak Lebanon.
Hizbullah mensyaratkan penghentian pemboman terhadap Israel dengan diakhirnya invasi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Invasi yang diwarnai genosida itu menjatuhkan korban jiwa dan luka sekira 136.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, serta menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang. (mm/raialyoum)