Beirut, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, terus melawan apa yang disebutnya perang psikologis Israel yang bertujuan untuk melemahkan resistensi Palestina, dan dalam perkembangan terbaru Hamas memastikan komandan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Muhammad al-Deif, masih hidup di tengah kecamuk pertempuran di Jalur Gaza.
Tokoh Hamas Osama Hamdan, dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita Al Jazeera, Senin (9/9), mengatakan bahwa Israel membicarakan al-Deif, dan Osama lantas mengatakan, “Kami tidak menyembunyikannya berita tentang orang-orang kami yang gugur syahid. Ini adalah peperangan, dan ini melibatkan jihad, kesyahidan, dan kemenangan, dan (ini) bukan aib, tragedi dan kesengsaraan.”
Dia menambahkan, “Jika Israel ingin melancarkan perang psikologis terhadap kami, kami katakan bahwa Muhammad Al-Deif baik-baik saja, dan dia adalah komandan perlawanan yang melanjutkan misinya. Apa yang tersebar tentang Al-Deif adalah rumor yang tidak membuatnya mundur. Sebaliknya, dia masih melakukan pekerjaannya bersama saudara-saudaranya selama lebih dari 330 hari pertempuran. Tekad Al-Deif dan pasukannya tidak kendur, dan kemauan mereka tidak goyah.”
Mengenai kriteria terpilihnya Yahya Sinwar sebagai pemimpin Hamas, Hamdan mengatakan bahwa gerakan ini memiliki standar khusus untuk sistem internalnya dan kondisi yang harus dipenuhi oleh setiap pemimpin.
“Kriteria tersebut meliputi usia calon pimpinan, jabatan organisasi sebelumnya, dan profil dirinya,” ungkap Hamdan.
Dia juga menjelaskan, “Ada standar tidak tertulis lainnya, terutama tingkat popularitas yang dia miliki dalam gerakan dan di lingkungan nasional Palestina secara umum. Orang yang berbenturan dengan lingkungan sekitarnya atau masyarakat di mana dia tinggal tidak dapat dipilih.”
Mengenai suasana di dalam Hamas, Hamdan mengatakan,”Tidak ada perselisihan mengenai siapa yang akan memimpinnya, melainkan bahwa yang ada adalah pencarian apa yang terbaik dan paling tepat dalam situasi keamanan ini, yang telah disepakati.”
Mengenai hubungan pemilihan Sinwar dengan pembunuhan kepala biro politik gerakan tersebut, Ismail Haniyeh, di Iran, Osama Hamdan mengatakan bahwa Hamas tidak akan menangani masalah ini dengan cara pembalasan individual.
“Sinwar adalah anggota dari gerakan ini dan memiliki banyak peran, dan pemilihannya adalah hal yang wajar karena gerakan pada tahap ini membutuhkan seseorang yang memahami Israel dan dapat melanjutkan jalur strategis yang telah ditentukan,” paparnya.
Dia menambahkan, “Terpilihnya Sinwar menjamin bahwa gerakan ini akan mempertahankan jalur strategisnya, tanpa mundur. Hal ini juga menjamin bahwa pemimpin baru akan bergerak maju dan melanjutkan apa yang dibangun oleh para para pemimpin pendahulunya.”
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant mengatakan, “Tentara Israel akan menjangkau kepala biro politik gerakan Hamas, Yahya Sinwar, dan saudaranya Muhammad. Dia juga mengulangi klaim Israel sebelumnya bahwa Muhammad al-Deif sudah terbunuh.
Israel melanjutkan perangnya di Jalur Gaza selama sekitar 11 bulan, menyebabkan sekitar 41.000 orang Palestina gugur, dan lebih dari 94.000 orang lainnya terluka, yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. (mm/raialyom)