Gaza, LiputanIslam.com – Faksi-faksi pejuang Palestina memuji operasi penembakan di Jembatan Allenby di perbatasan Tepi Barat – Yordania dan menyebutnya sebagai tanggapan atas perang genosida Israel yang tak kunjung berakhir di Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (8/9), gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) mengatakan, “Tindakan heroik ini adalah ekspresi paling tulus dari sentimen rakyat Yordania, serta negara-negara Arab dan Muslim, terhadap pembantaian brutal yang dilakukan oleh musuh.”
PIJ menambahkan, “Operasi heroik seperti itu adalah satu-satunya tanggapan yang dipahami” oleh AS yang menjadi mitra dalam kejahatan Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Senada dengan ini, Hamas juga menyebut operasi heroik itu sebagai “tanggapan alami” terhadap kejahatan yang dilakukan oleh rezim pendudukan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Menurut Hamas, operasi penembakan itu “menegaskan kembali penolakan rakyat Arab terhadap kejahatan dan ambisi rezim pendudukan di Palestina dan Yordania,” dan menunjukkan dukungan kuat mereka kepada perlawanan Palestina.
Hamas menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bangkit melawan agresi Israel di Jalur Gaza, serta “serangan kejam” rezim Zionis tersebut terhadap warga sipil di Tepi Barat.
Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menyatakan bahwa “operasi heroik” tersebut menegaskan bahwa kejahatan dan pembantaian yang dilakukan oleh rezim “fasis” Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat memiliki konsekuensi besar.
DFLP memperingatkan bahwa operasi penembakan tersebut “hanya satu episode dalam serangkaian reaksi yang lebih luas, yang tidak akan berhenti sampai rezim pendudukan menarik diri dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan hak-hak nasional yang sah dari rakyat Palestina untuk kebebasan, kemerdekaan, dan kepulangan diakui.”
Dilaporkan bahwa sedikitnya tiga petugas keamanan Israel tewas dalam operasi penembakan di dekat Jembatan Allenby di perbatasan Tepi Barat- Yordania.
Militer Israel menegaskan bahwa penyerang tiba di terminal dengan truk dari Yordania dan menembaki para pekerja di persimpangan, dan dia kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel.
Pihak berwenang Israel dan Yordania mengumumkan bahwa penyeberangan Jembatan Allenby ditutup menyusul insiden penembakan tersebut, namun kabar menyebutkan bahwa jembatan itu kembali dibuka beberapa jam kemudian.
Sejak Israel melancarkan perang di Gaza pada awal Oktober tahun lalu, korban jiwa meningkat di Tepi Barat sebagai akibat dari serangan Israel yang hampir setiap hari meningkat terhadap desa-desa dan kota-kota di wilayah yang diduduki.
Setidaknya 692 warga Palestina, termasuk 158 anak di bawah umur, gugur di Tepi Barat oleh pasukan Israel atau pemukim Yahudi ekstremis sejak perang dimulai. Lebih dari 5.700 warga Palestina terluka dan setidaknya 10.400 orang ditahan.
Setidaknya 40.939 warga Palestina, yang kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, juga gugur akibat serangan Israel di Jalur Gaza selama perang genosida rezim tersebut. (mm/presstv)