Gaza, LiputanIslam.com – 32 warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka dalam pemboman udara dan artileri Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak Jumat pagi (6/9).
Hal ini terjadi berdasarkan pernyataan statistik harian yang dikeluarkan oleh Mahmoud Basal, juru bicara Dinas Pertahanan Sipil Palestina di Gaza. Dia menyatakan 32 warga Palestina gugur dalam serangan Israel di beberapa wilayah di Jalur Gaza.
Merinci jumlah total syuhada, Basal berkata, “Dua warga Palestina gugur dalam pemboman Israel terhadap sebuah rumah milik keluarga Hammad, dekat bundaran Nassar, di daerah Al-Alami, di wilayah utara Jalur Gaza.”
Basal mengatakan bahwa di Kegubernuran Gaza, 14 warga Palestina gugur dalam 5 serangan Israel di wilayah berbeda.
Dia menambahkan secara rinci: “6 orang gugur syahid akibat pengeboman Israel terhadap rumah milik keluarga Radhi, di sekitar Masjid Badr (timur), 3 orang gugur syahid akibat pengeboman terhadap rumah milik keluarga Al-Haddad ( barat), dan 3 orang lainnya akibat pengeboman yang menyasar rumah keluarga Yassin, di lingkungan Zaytoun (tenggara), dan satu orang gugur syahid dalam pemboman sekelompok warga di lingkungan yang sama, dan seorang lainnya gugur dalam pemboman suatu daerah di Tal al-Hawa (barat daya).”
Sedangkan di Kegubernuran Pusat, sekitar 11 warga Palestina gugur syahid dalam dua serangan Israel, menurut Basal.
Serangan pertama menyasar sebuah rumah yang dihuni milik keluarga Shehadeh di kamp Nuseirat, yang mengakibatkan 7 warga Palestina gugur, sedangkan serangan kedua menyasar tenda-tenda pengungsi di tanah Abu Mahadi, sebelah barat kamp yang sama, menggugurkan 4 orang, termasuk 2 wanita dan 2 anak perempuan, menurut Basal.
Di Kegubernuran Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, 5 warga Palestina gugur dalam pemboman Israel terhadap sebuah rumah milik keluarga Qandil di sekitar Gedung Jasser (tengah).
Di akhir pernyataannya, Basal menyebutkan sejumlah jenazah warga Palestina yang gugur di kota Rafah (selatan) telah ditemukan, tanpa menyebutkan tanggal pembunuhan mereka.
Dengan dukungan mutlak AS, Israel mengobarkan perang dahsyat di Gaza sejak 7 Oktober lalu, yang sejauh ini telah menjatuhkan korban jiwa dan luka sebanyak lebih dari 135.000 orang Palestina, yang kebanyakan di antaranya adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang menewaskan puluhan anak.
Karena meremehkan komunitas internasional, Israel terus melanjutkan perang, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikannya, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi bencana kemanusiaan di Gaza. (mm/raialyoum)