Gaza, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hamas merilis video mendiang Ori Danino, salah satu dari enam tawanan yang terbunuh di Gaza, melalui saluran Telegram mereka pada hari Selasa (3/8).
Jenazah tawanan Hersh Goldberg-Polin, Eden Yerushalmi, Carmel Gat, Almog Sarusi, Alexander Lobanov, dan Ori Danino ditemukan di Jalur Gaza, kata militer Israel, IDF, pada Minggu pagi. IDF mengambil jenazah para tawanan dari sebuah terowongan di bawah kota Rafah di Gaza.
Video tersebut dimulai dengan montase foto keenam tawanan yang tewas. Danino kemudian memperkenalkan dirinya dengan namanya, tempat asalnya, dan tempat ia disandera.
“Kondisi kehidupan kami sangat sulit, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada listrik,” katanya. Ia menambahkan bahwa penembakan dan pemboman terus menerus terjadi.
Ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kabinet perangnya, dia mengatakan, “Kalian mengecewakan kami pada 7 Oktober.”
"لا تهملونا".. كتائب #القسام تنشر فيديو للأسير القتيل أوري دانينو
Ori Danino: "Do no neglect us"#الوقت_ينفد#הזמן_אוזל#حكومتكم_تكذب #ממשלתים_שקרנית pic.twitter.com/Nmx9tEr7nM
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) September 3, 2024
“Hari ini kalian mencoba membunuh kami satu per satu dalam upaya penyelamatan yang gagal.”
Danino kemudian bertanya ke arah kamera, “Di mana kalian saat mereka menembakku?” diikuti oleh beberapa pertanyaan lain tentang ketidakhadiran pemerintah pada dan setelah 7 Oktober.
Dia juga menyuarakan permohonannya kepada rakyat Israel dengan mengatakan, “Terus lakukan segalanya sampai kami keluar dari sini hidup-hidup. Keluarkan kami dari sini hidup-hidup karena dengan kecepatan seperti ini tidak akan ada yang selamat”
Berbicara kepada keluarganya, dia memberi tahu mereka betapa dia mencintai mereka.
“Tidak ada hari di mana aku tidak memikirkan kalian,” ujarnya.
Danino mengakhiri dengan mengatakan, “Rakyat Israel: Jangan abaikan kami.”
Hamas kemudian memotong klip penghitung waktu pasir dengan kata-kata “waktu hampir habis.”
Di bagian akhir video, muncul kata-kata yang berbunyi, “Pertukaran kesepakatan… kebebasan dan kehidupan. Tekanan militer… kematian dan kegagalan.”
Hamas terus menerbitkan klip video enam tawanan, dan ini telah memicu gelombang protes besar-besaran anti Netanyahu di Israel. (mm/almayadeen/jp)