Ramallah, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa “operasi militer lebih luas” tentara Israel di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat sejak Rabu telah menjatuhkan puluhan korban jiwa Palestina, termasuk lima anak-anak, dan ratusan korban luka.
Kementerian itu pada hari Senin (2/9) menyatakan “jumlah korban agresi Israel di Tepi Barat mencapai 29 orang gugur dan 121 orang luka sejak Rabu lalu” sehingga “jumlah korban gugur bertambah menjadi 681 orang, dan korban luka sekira 5.700 orang sejak 7 Oktober 2023.”
Kementerian itu juga menyebutkan, “di antara para korban adalah 18 orang dari Kegubernuran Jenin, 4 orang dari Kegubernuran Tubas, 4 orang dari Tulkarem, dan 3 orang dari Hebron, dan di antara para korban gugur terdapat 5 anak-anak dan 2 orang lanjut usia.”
Dalam sepekan terakhir tentara Israel melancarkan operasi militer di bagian utara Tepi Barat, yang tercatat sebagai “operasi terbesar” sejak tahun 2002, ketika pasukan Zionis besar menyerbu kota Jenin dan Tulkarm serta kamp-kampnya dan kamp Al-Faraa di dekat Tubas, sebelum mundur pada dini hari Kamis dari kamp Al-Faraa, dan pada petang di hari yang sama dari Tulkarem.
Sedangkan di Jenin, operasi masih berlanjut hingga hari keenam, di mana tentara Israel mengerahkan pasukan lapis baja yang diperkuat oleh angkatan udara, dan menyerbu beberapa bagian kamp Jenin.
Tiga orang Palestina gugur di Kegubernuran Hebron setelah dua di antaranya melakukan dua pemboman kendaraan di permukiman Gush Etzion dan Karmei Tzur pada hari Jumat, dan yang ketiga gugur setelah melakukan serangan penembakan di selatan Al-Khalil (Hebron).
Pada hari Senin, tentara Israel menembaki sekelompok wartawan dengan peluru tajam dan mengejar mereka dengan buldoser di kota Jenin sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung selama hari keenam di kota tersebut dan kampnya.
Serangan itu terjadi ketika kendaraan militer membongkar dan menghancurkan jalan-jalan dan alun-alun di pusat kota Jenin.
Khaled Badir, koresponden TV Al-Ghad, mengatakan melalui pesan suara yang dia kirimkan kepada rekan-rekannya bahwa tentara Israel mengepung mereka di salah satu gedung di Jenin, dan menghancurkan pintu masuk gedung tersebut dengan buldoser militer.
Dia menambahkan pecahan peluru mengenai kaki jurnalis Shatha Hanaysha. (mm/raialyoum)