Beirut, LiputanIslam.com – Dua orang gugur akibat serangan Israel terhadap sebuah mobil di jalan yang mengarah ke kota perbatasan Naqoura, Lebanon selatan, pada hari Senin (2/9).
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa “serangan Israel terhadap sebuah mobil di kota Naqoura menyebabkan dua orang gugur.”
Sebelumnya di hari yang sama, Kantor Berita resmi Lebanon melaporkan bahwa “drone musuh menyerang sebuah mobil di Jalan Naqoura.”
Sementara itu, Hizbullah mengumumkan dalam serangkaian pernyataan bahwa mereka telah melakukan 12 operasi serangan hingga dini hari Selasa (3/9) terhadap situs-situs militer Israel.
Hizbullah mengaku telah menggempur bangunan yang digunakan oleh tentara Israel di pemukiman Avivim dan Al-Manara dengan senjata yang sesuai, sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah di Lebanon selatan.
Hizbullah juga menyatakan salah satu anggotanya gugur dalam konfrontasi dengan Israel di Lebanon selatan, sehingga jumlah korban gugur di pihak Hizbullah bertambah menjadi 433 sejak 8 Oktober 2023.
Sebuah rudal anti-tank yang ditembakkan dari Lebanon menghantam sebuah rumah di pemukiman Avivim di Galilea Atas, Israel utara.
Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa “sebuah roket yang ditembakkan dari Lebanon mengenai sebuah rumah di Avivim” hingga “menyebabkan kerusakan material,” namun “tidak ada korban jiwa.”
Media Israel juga menyatakan bahwa puluhan roket diluncurkan, pada Senin malam, dari Lebanon menuju Galilea Barat di Israel utara, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Radio Tentara Israel melaporkan bahwa “lusinan roket terlihat diluncurkan ke arah Galilea Barat, sirene berbunyi, namun tidak ada korban yang dilaporkan.”
Sesaat sebelum itu, sirene dibunyikan di permukiman di Galilea Barat untuk memperingatkan peluncuran roket, menurut surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.
Saluran 12 Israel sebelumnya melaporkan sirene terdengar di sejumlah pemukiman di wilayah Galilee Barat dekat perbatasan Lebanon.
Dia menambahkan, sejumlah roket terpantau jatuh di kawasan Ain Yacoub, tanpa menunjukkan adanya korban jiwa atau kerusakan material.
Hal ini terjadi setelah Hizbullah mengumumkan anggotanya menyerang “penempatan tentara musuh (Israel) di Dataran Tinggi Addar (Israel utara) dengan peluru artileri.” (mm/raialyoum)