AlQuds, LiputanIslam.com – Komandan sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Brigade Al-Quds, di Tepi Barat, menegaskan bahwa brigade ini di Tepi Barat dan kamp-kampnya bekerja “dalam kesatuan dengan semua kekuatan perlawanan dalam pertempuran penebaran ketakutan (oleh Israel) di kamp-kamp,” dan bahwa kondisi ini sama persis dengan apa yang terjadi pada operasi Badai Al-Aqsa di Jalur Gaza, karena keyakinan akan persatuan melawan rezim pendudukan.
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Brigade Al-Quds di saluran resmi Telegram, komandan brigade di Tepi Barat menegaskan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan para pemimpin rezim pendudukan bahwa “Israel sudah terlambat untuk membunuh agenda perlawanan di Tepi Barat.”
Sembari memastikan adanya “sel-sel yang diperluas di semua kota dan kamp, yang sekarang beroperasi dalam formasi Al-Quds dan Brigade Perlawanan,” dia mengancam Israel dengan mengatakan: “Kita akan lihat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan terhadap tentara dan kendaraan menembus kota Jenin, Tubas, dan Tulkarm.”
Komandan Brigade Al-Quds di Tepi Barat menegaskan bahwa gugurnya komandan Brigade Tulkarem, Muhammad Jaber alias Abu Shuja dan pejuang perlawanan lainnya, “akan mengobarkan arena perlawanan.”
Mengenai operasi serangan gabungan Brigade Al-Aqsa dan sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, di Tel Aviv, dia mengatakan, “Ini adalah pesan penting yang harus dipahami semua orang, terutama karena operasi ini bukanlah yang terakhir.”
Dia juga mengatakan, “Darah para pejuang Brigade Al-Quds kini membaur di Tepi Barat, Gaza, Damaskus dan Lebanon, demi menegaskan bahwa medan laganya satu dan bahwa kemenangan dan kesyahidan adalah pilihan kami yang tidak akan kami ubah.” (mm/almayadeen)