AlQuds, LiputanIslam.com – Media militer Yaman kubu Ansarullah merilis video penyerbuan dan pembakaran kapal Sounion berbendera Yunani , menyusul serangan sebelumnya oleh pasukan Yaman tersebut.
Dalam video yang disiarkan pada hari Kamis (29/8) itu tampak aksi baru penyerbuan dan pembakaran kapal Sounion di Laut Merah, karena yang perusahaan pemiliknya dianggap melanggar larangan masuk ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan (Israel).
Rabu lalu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah mengizinkan penarikan kapal minyak yang telah terbakar selama berhari-hari.
Juru bicara Ansarullah, Muhammad Abdel Salam, di platform X menyebutkan; “Setelah beberapa badan internasional menghubungi kami , khususnya Eropa, mereka diperbolehkan menarik kapal minyak yang terbakar (Sounion).”
Dia menambahkan: “Kami menegaskan bahwa pembakaran kapal minyak tersebut adalah contoh keseriusan Yaman dalam penargetan kapal mana pun yang melanggar keputusan embargo Yaman yang melarang penyeberangan kapal apa pun ke pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan, dengan tujuan untuk memberikan tekanan terhadap entitas musuh, Zionis, agar menghentikan agresinya terhadap Gaza.”
الإعلام الحربي اليمني ينشر مشاهد لاقتحام وإحراق السفينة اليونانية #Sounion في البحر الأحمر والتي قامت الشركة المالكة لها بإنتهاك قرار حظر الدخول إلى موانئ #فلسطين المحتلة.#الميادين #اليمن pic.twitter.com/ZcyQHgeBp7
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) August 29, 2024
Dia juga memastikan bahwa serangan Angkatan Laut Yaman akan terus berlanjut, dan mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan entitas pendudukan.
“Semua perusahaan pelayaran yang terkait dengan entitas musuh Zionis harus menyadari bahwa kapal mereka akan tetap rentan terhadap serangan Yaman di mana pun mereka dapat dijangkau oleh Angkatan bersenjata Yaman, sampai agresi berhenti dan pengepungan terhadap Gaza dicabut,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houhi dalam pidatonya pada hari Kamis menyatakan pihaknya terus mempersiapkan diri untuk membalas serangan Israel terhadap pelabuhan Hodeidah di Yaman barat pada 20 Juli lalu, yang menggugurkan simbilan orang dan melukai lebih dari 80 orang.
“Persiapan untuk menanggapi musuh, Israel, terus berlanjut, dan waktunya akan menjadi kejutan bagi musuh,” tegasnya.
Mengenai kapal Sounion, dia mengatakan, “Operasi peledakan kapal Sounion terdokumentasi dengan adegannya yang besar dan efektif, serta menunjukkan kebohongan klaim Amerika Serikat soal pencegahan operasi dukungan Yaman kepada Palestina.”
Dia juga mengatakan bahwa “perburuan kapal di Laut Merah menjadi jarang karena kurangnya kapal yang terkait dengan musuh.” (mm/alalam/almayadeen)