Teheran, LiputanIslam.com – Misi Iran untuk PBB pada hari Rabu (28/8) mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah menyetujui “gencatan senjata sementara” untuk memungkinkan akses dan penyelamatan sebuah kapal tanker minyak yang rusak akibat serangan Yaman, dan kebocoran muatannya dapat menyebabkan kehancuran bencana lingkungan di Laut Merah.
Pekan lalu, kapal tanker minyak MV Sounion , yang mengibarkan bendera Yunani, terkena tiga proyektil saat berlayar dari perairan sekitar kota Hodeidah, yang berada di bawah kendali pemberontak.
Angkatan Bersenjata Yaman yang didukung Iran mengaku menyerang kapal tersebut dengan drone dan rudal.
Akibat serangan itu, tiga kebakaran terjadi di kapal tanker tersebut dan mesinnya mati, menurut badan MTO Inggris, yang dijalankan oleh Angkatan Laut Inggris.
Badan tersebut mencatat adanya laporan bahwa tiga kebakaran terjadi di kapal tanker Sonion, dan mencatat bahwa kapal tersebut “tampaknya hanyut”.
Houthi menyiarkan klip video di media sosial yang memperlihatkan tiga ledakan di kapal tanker yang membawa 150.000 ton minyak mentah tersebut.
Misi Iran untuk PBB mengatakan bahwa “beberapa pihak” meminta Yaman untuk memberlakukan “gencatan senjata sementara dan mengizinkan kedatangan kapal tunda dan kapal penyelamat ke daerah” di mana kapal tanker minyak itu berada.
Misi Iran menekankan bahwa “mengingat keprihatinan kemanusiaan dan lingkungan, Ansar Allah menyetujui permintaan ini.”
Namun dia menekankan bahwa ketidakmungkinan “penyelamatan dan pencegahan tumpahan minyak di Laut Merah disebabkan oleh ketidakpedulian beberapa negara dan bukan karena kekhawatiran akan menjadi sasaran serangan.”
Sebuah kapal milik misi Aspedes Eropa menyelamatkan awak MV Sunion , yang terdiri dari 25 pelaut, termasuk 23 orang Filipina dan dua orang Rusia.
Serangan itu terjadi sebagai bagian dari kampanye serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial yang terkait dengan atau menuju ke Israel. Serangan itu sendiri dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan bagi Jalur Gaza di tengah perang yang sedang berlangsung antara Hamas dan Israel sejak 7 Oktober.
Misi Iran menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman “sebelumnya telah mengumumkan bahwa selagi perang berlanjut di Gaza, mereka akan terus menargetkan kapal tanker minyak yang menuju Israel di Laut Merah.” (mm/raialyoum)