Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan negaranya kini dikenal di dunia karena sains, kekuatan regional, dan kedalaman strateginya.
Dalam pertemuan dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan anggota kabinetnya di Teheran pada momen peringatan Pekan Pemerintahan, Selasa (27/8), Ayatullah Khamenei menyebut sumber daya alam Iran, lokasi geografis, dan keragaman iklim serta kapasitas manusianya yang kaya, termasuk di bidang agama dan ideologi politik rakyatnya, sebagai aset utama negara republik Islam ini.
“Dulu Iran dikenal karena karpet dan minyaknya; kini Iran dikenal di dunia karena sains, kemajuan militer, kekuatan regional, dan kedalaman strateginya,” ujarnya.
“Inilah peluang yang kita miliki. Kemampuan untuk memengaruhi negara-negara di dunia dan kawasan bukanlah hal yang kecil. Ini adalah masalah yang sangat penting,” sambungnya.
Mengenai kabinet baru Iran, dia menyebutkan bahwa Presiden Pezeshkian telah berkonsultasi dengannyamengenai pemilihan menteri.
Ayatullah Khamenei menasihati anggota pemerintahan baru untuk tidak menaruh harapan pada Amerika Serikat, dan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana mereka.
Dia juga mengatakan bahwa kunci penyelesaian masalah ekonomi negara terletak pada produksi dan bahwa masalah tersebut harus ditanggapi dengan serius.
Dia meminta para menteri untuk mengunjungi berbagai provinsi dan memilih rekan yang muda, beriman, berkomitmen, dan termotivasi serta mematuhi prinsip-prinsip Revolusi Islam.
Mengenai kecerdasan buatan, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa penggunaan teknologi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hak istimewa, dan bahwa berbagai departemen negara perlu menguasai lapisan teknologi yang mendalam.
Ia memperingatkan adanya upaya para oportunis dunia dan mereka yang ingin berkuasa untuk mendirikan badan intelijen buatan guna mencegah kemajuan berbagai negara di bidang ini.
Ayatullah Khamenei juga menekankan perlunya “aturan hukum” di dunia maya yang menurutnya saat ini “tidak terkendali.”
“Maksud saya adalah dunia maya harus berpusat pada hukum di negara ini, maka itu akan menjadi peluang,” tuturnya.
“Jika kita dapat memiliki aturan hukum di dunia maya, ruang ini akan berubah menjadi peluang bagi negara, jika tidak, itu mungkin menjadi ancaman,” pungkasnya. (mm/presstv)