AQuds, LiputanIslam.com – Seorang menteri sayap kanan Israel telah memicu kemarahan dengan mengaku bahwa jika dia bisa maka dia akan membangun sinagoge (rumah ibadah Yahudi) di komplek Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir kepada Radio Militer pada hari Senin (26/8) mengatakan bahwa jika memungkinkan, ia akan membangun sinagoge di komplek Al-Aqsa, yang orang Yahudi dikenal oleh sebagai Temple Mount.
Ben-Gvir adalah pejabat Israel yang telah berulang kali mengabaikan larangan lama pemerintah Israel terhadap orang Yahudi untuk berdoa di situs tersebut.
Komplek Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam dan simbol identitas Palestina. Orang Yahudi juga menganggap tempat tersebut sebagai situs Bait Suci Pertama dan Kedua – yang terakhir dihancurkan oleh bangsa Romawi pada tahun 70 M.
“Jika saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan, saya akan memasang bendera Israel di situs tersebut,” kata Ben-Gvir dalam wawancara tersebut.
Ketika ditanya beberapa kali oleh seorang jurnalis apakah Ben-Gvir akan membangun sinagoge di lokasi tersebut jika dia yang memutuskan, dia akhirnya menjawab: “Ya.”
Berdasarkan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun dan dipertahankan oleh otoritas Israel, orang Yahudi dan non-Muslim lainnya diizinkan mengunjungi komplek tersebut selama jam-jam tertentu, tapi mereka tidak diizinkan untuk beribadah di sana atau memperlihatkan simbol-simbol keagamaan.
Ben-Gvir juga dikritik oleh beberapa orang Yahudi Ortodoks, yang menganggap situs tersebut sebagai tempat yang terlalu suci untuk dimasuki orang Yahudi. Menurut para rabi terkemuka, orang Yahudi dilarang memasuki bagian mana pun dari Al-Aqsa karena kesuciannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan di kompleks tersebut semakin dilanggar oleh kaum nasionalis garis keras seperti Ben-Gvir, yang terkadang memicu konfrontasi dengan warga Palestina.
Pernah dianggap sebagai gerakan pinggiran, kampanye pembangunan “Kuil Ketiga” di Al-Aqsa berkembang di Israel, dan banyak warga Palestina melihat kesamaan dengan partisi yang terjadi di tempat Masjid Ibrahimi di Hebron, yang juga dikenal sebagai Gua Leluhur.
Sejak menjabat pada Desember 2022, Ben-Gvir, sebagai menteri keamanan nasional, telah mengunjungi tempat suci itu setidaknya enam kali, dan menuai kecaman keras.
Kompleks Masjid Al-Aqsa dikelola oleh Yordania, tetapi akses ke situs itu sendiri dikontrol oleh pasukan keamanan Israel.
Ben-Gvir mengatakan kepada Radio Militer bahwa orang Yahudi seharusnya diizinkan untuk berdoa di komplek itu.
“Orang Arab dapat berdoa di mana pun mereka mau, jadi orang Yahudi seharusnya dapat berdoa di mana pun mereka mau,” katanya.
Dia mengklaim bahwa “kebijakan saat ini mengizinkan orang Yahudi untuk berdoa di situs ini”. (mm/aljazeera)